Wakapolri Beri Kultum di Masjid Al Markaz Makassar

16 Juni 2017 18:36
Wakapolri Beri Kultum di Masjid Al Markaz Makassar.

MAKASSAR, INIKATA.com – Usai menghadiri deklarasi kesetiaan PTN Kawasan Timur Indonesia pada NKRI di Kampus Unhas, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin bersama Kapolda Sulsel Irjen Pol Muktiono, serta beberapa pejabat dari mabes Polri dan Polda Sulsel berbuka bersama sekaligus melaksanakan sholat Magrib berjamaah di Mesjid Almarkaz Al Islami, Makassar Jumat(16/6/2017).

Kedatangan Wakapolri dan rombongan disambut langsung para pengurus Yayasan Islamic Center Almarkaz Al Islami Prof DR. Basri Hasanuddin dan Prof DR. Rahman Getteng.

Sebelum melaksanakan buka bersama, Wakapolri Komjen Pol Syafruddin menyempatkan diri memberikan pesan pesan kamtibmas jelang berbuka dihadapan ratusan jamaah yang memadati Masjid yang pendiriannya diprakarsai oleh Jenderal M.Yusuf tersebut.

Dalam Kultum jelang buka tersebut, Wakapolri, Komjen Pol Syafruddin, menyampaikan bahwa Indonesia menjadi negara yang dihormati, dan disegani serta punya martabat.

“Semua itu karena Indonesia memiliki umat muslim terbesar di dunia, mempunyai luas wilayah yang luas, dan Sumber daya alam yang melimpah,” kata Wakapolri, Komjen Pol Syafruddin Dihadapan para Jamaah Masjid Almrkaz Al Islami.

Selanjutnya Komjen Pol Syafruddin, mengatakan Seluruh kekayaan Indonesia lengkap, tidak seperti negara lainnya.

”Negara Indonesia dibangun berdasarkan keberagaman dan kebinekaan sehingga kita wajib menjaganya secara bersama, agar NKRI tetap aman,” tuturnya.

Ditambahkan Wakapolri, di negara muslim lain terjadi bentrok, konflik horizontal karena politik, sesama umat Islam, ironinya, sebagian umat islam Indonesia ingin ke negara tersebut, dengan alasan jihad.

“Lebih baik kita berjihad demi kemajuan negara kita, jaga hubungan wataniyah dan insaniyah, saya rasa itulah yang terbaik bagi kita,” tambahnya.

Kultum singkat Wakapolri tersebut, selain dihadiri oleh pejabat-pejabat Polda dan Mabes Polri, serta ratusan jamaah mesjid Almarkaz Al-Islami yang setia mendengarkan sampai bedug magrib berbunyi. (**)