Empat Sachet Narkotika Jenis Sabu Ditemukan Dalam Paket Cargo

12 Juni 2017 12:25
Empat Sachet Narkotika Diduga Jenis Sabu Ditemukan Dalam Paket Cargo di Bandara Hasanuddin. (Ist)

MAKASSAR, INIKATA.com – Narkotika yang diduga jenis sabu-sabu ditemukan di dalam paket cargo kiriman PT SN (Suryagita Nuusaraya) di X-Ray Regulated Agent terminal cargo Bandara Intl Sultan Hasanuddin, Minggu (11/6/2017) kemarin.

Sebelumnya, petugas ekspedisi PT. Suryagita Nusaraya memasukkan Kargo bernomor SMU 99061562653 dengan keterangan PTI (Pemberitahuan Tentang Isi) berisi paket dan dokumen.

Kargo tersebut selanjutnya ditimbang dan diinput ke dalam Sitec untuk dibuatkan Bukti Timbang Barang (BTB).

Selanjutnya, kargo dimasukkan ke dalam X-Ray oleh Munawir (petugas X-Ray), Saat kargo berada di dalam X-Ray petugas curiga terhadap kargo tersebut karena hasil monitoring alat X-ray tdak sesuai dengan dokumen PTI (Pemberitahuan Tentang Isi) sehingga petugas X-Ray meminta kepada Zaenal (petugas PT. Suryagita Nusaraya) untuk membuka paket tersebut dan diperiksa secara manual.

” Hasil dari pemeriksaan manual terhadap kargo tersebut, ditemukan paket yang berisi narkotika diduga jenis sabu-sabu didalamnya, paket kiriman tersebut diamankan ke Ruangan Air Cargo Terminal Supervisor untuk pendataan lebih lanjut,” Kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol.Dicky Sondani, Senin (12/6/2017).

Diketahui, paket tersebut narkotika diduga jenis shabu sebanyak 4 (empat) sachet dan rencana paket tersebut akan dikirim menggunakan pesawat Lion Air nopen JT-1798 dengan tujuan Merauke (MKQ), dari data pengirim yakni Asrianto, Alamat Jl. Minasaupa kota Makassar serta penerima Ibu Hj Nurmaidah alamat Jl. Irian seringguk no. 15 kota Merauke

” Barang bukti yang diduga sabu-sabu tersebut diserah terimakan dari pihak Cargo diwakili oleh Hamsir kepada personel Polsek Kawasan Bandara yang juga diwakili Bripka Surya, selanjutnya barang tersebut dibawa menuju ke Polsek Kawasan Bandara sambil menunggu pihak Sat Narkoba Polres Maros untuk menjemput barang tersebut guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.(***)