Gula Rafinasi Beredar di Parsel Pegawai di Maros

8 Juni 2017 16:33
Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Maros, Andi Nurfaidah mengaku kaget setelah mengetahui jika gula yang ada dalam bingkisan lebaran itu ternyata gula rafinasi yang diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan.

MAROS, INIKATA.com – Gula Rafinasi atau gula yang hanya boleh digunakan untuk kepentingan Industri, ternyata masih luas di masyarakat. Bahkan, gula ini diduga diedarkan oleh Koperasi Pemerintah Daerah (Kopemda) Maros ke tujuh ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) di Maros dalam bingkisan paket lebaran.

Dari temuan di lapangan, paket bingkisan lebaran itu di dalamnya diduga berisikan dua bungkus gula pasir bermerek Sari Wangi produksi UD Benteg Baru yang pada awal Ramadan lalu digrebek oleh Polda Sulawesi Selatan lantaran mengedarkan gula rafinasi.

Salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Maros, Andi Nurfaidah mengaku kaget setelah mengetahui jika gula yang ada dalam bingkisan lebaran itu ternyata gula rafinasi yang diketahui sangat berbahaya bagi kesehatan.

“Saya kaget karena kok masih beredar yah. Padahal inikan sudah dilarang oleh pemerintah bahkan sudah ditarik dari peredaran setelah digrebek Polda,”ujar Nurfaidah, Kamis (8/6/2017)..

Lebih lanjut, Nurfaidah mengatakan, jika memang gula yang ada di dalam parsel itu merupakan gula rafinasi, maka harus secepatnya ditarik kembali dari peredaran.

“Yang jadi korban itu kan kita yang konsumsi. Jika memang benar, Ini harus cepat ditarik dari peredaran, sebelum dikonsumsi oleh orang banyak,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada satupun pihak dari Koperasi Pemerintah Daerah (Kopemda) Maros yang bersedia ditemui.(**)