Kemendikbud Apresiasi Pendidikan di Sulsel

6 Juni 2017 15:21
Pembukaan dan Pelatihan calon kepala sekolah SMA/SMK sederajat Sulsel, di Hotel Sheraton, Selasa (6/6/2017).(Yudha/inikata)

MAKASSAR, INIKATA.com – Direktorat Jendral Guru dan Tenaga Kependidikan (Kemendikbud, RI) , Sumarna Surapranata mengatakan, Pemprov Sulsel dianggap sebagai salah satu daerah yang memiliki perhatian khusus terhadap peningkatan mutu guru dan kepala sekolah terbaik.

Hal tersebut diungkapkannya saat membuka pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah SMA/SMK sederajat Sulsel, di Hotel Sheraton, Selasa (6/6/2017).

“Kami memberikan apresiasi kepada sulsel, lantaran salah satu daerah yang dinilai konsisten dalam peningkatan peningkatan guru dan kepala sekolah terbaik,”kata Sumarna.

Sumarna menjelaskan bahwa di awal tahun ajaran 2017/2018, kepala sekolah tidak lagi dibebani 6 jam mengajar.

Menurutnya, kepala sekolah cukup bertanggung jawab sebagai manajer, superviser, dan mengembangkan kompetensi kewirausahaan.

“Selain itu, saya infokan juga untuk tahun ajaran baru sudah tidak ada periodisasi. Kepsek sebagai kelompok elite dan pimpinan tertinggi dijenjang pendidikan tidak lagi dibatasi tahun kepemimpinan,” tambahnya.

Akan tetapi, kepala sekolah tidak boleh menetap memimpin sekolah terbaik dan tetap akan di-rolling. Selain itu, penetapan waktu pembelajaran 5 hari selama sepekan dengan jam mengajar wajib guru 40 jam satu pekan akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru.

Sementara, Kepala dinas pendidikan, Irman Yasin limpo menerangkan, diklat tersebut merupakan upaya penyiapan pendidik dan tenaga sesuai standar yang telah ditetapkan. Dengan dihadiri oleh 450 peserta yang merupakan kepala sekolah menjabat, dari total 521 kepala sekolah di Sulsel.

“Kepala sekolah selebihnya telah mengikuti diklat. Dan diharapkan semua dapat lulus agar tidak ada kepala sekolah yang tidak berlesensi. Diklat kedua nantinya terdiri dari 150 peserta terdiri dari guru yang belum menjabat kepsek.
Saya harap peserta diklat dapat fokus dan jangan pikir macam-macam,” tutur Irman dihadapan peserta diklat. (**)