Bandar Narkoba Ini Minta Taubat Setelah Ditembak Polisi

2 Juni 2017 3:04
Bandar Narkoba Rahman, saat sedang dirawat di Rs Bhayangkara Usai mendapat dia butir timah panas dari Aparat Resmob Brimob Polda Sulsel.(Foto: Ist)

MAKASSAR, INIKATA.com– Ada-ada saja permintaan Rahman (38), usai ditembak oleh personel Resmob Brimob Gegana Polda Sulsel, ia kemudian minta taubat saat berada di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rs Bhayangkara Makassar.

Warga Jalan Muh Jufri, kota Makassar, Sulawesi Selatan tersebut merupakan tersangka bandar Narkoba jenis sabu-sabu. Penangkapan terhadap dirinya dilakukan oleh petugas yang menyamar sebagai pembeli.

Tak lama kemudian, tempat ditentukan untuk melakukan transaksi, salah satu petugas lalu datang ke lokasi sebagai pembeli di Jalan Urip Sumohardjo, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar.

Di sekeliling lokasi pun, telah berada Petugas Resmob Brimob Gegana Polda Sulsel, tujuannya untuk mengepung lokasi yang telah ditentukan, nahas, saat Rahman tiba dan transaksi terjadi, penangkapan langsung dilakukan.

Namun, Rahman yang mengetahui dirinya akan tertangkap berusaha melarikan diri dari sergapan petugas. Tidak mau kehilangan buruannya, petugas mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga.

Akan tetapi, tersangka tetap berusaha melarikan diri, sehingga petugas harus bertindak tegas dengan mengarahkan sebuah timah panas didua kaki tersangka, setelah itu petugas melarikan Rahman ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Kasubden 1 Resmob Brimob Gegana Polda Sulsel, Ajun Komisaris Polisi Hasbudi, menjelaskan selain tersangka berhasil diamankan oleh pihaknya, barang bukti Narkoba sebanyak 50 gram disita dari tangan Rahman sendiri.

“Kami bukan hanya pelaku diamankan tapi barang bukti Narkoba sebanyak 50 gram disita saat personel melakukan penyamaran selaku pembeli. Saat akan dilakukan transaksi, Rahman kita sergap,” ujar AKP Hasbudi, Jumat (2/6/2017).

AKP Hasbudi menambahkan, dari hasil introgasi kepolisian, Rahman mengaku jika dirinya baru saja lepas dari penjara. Selain itu barang haram tersebut diperoleh di Jalan Sunu, Kecamatan Bontoala.

“Tersangka juga sempat mengaku jika dia (red) sebagai kurir dan suruhan oleh seseorang, Rahman di upah hanya satu juta,” terangnya.(**)