Nelayan Pengguna Bahan Peledak Diamankan

1 Juni 2017 15:30
Haji Haris pemilik kapal mesin berkat Resky terpaksa harus diamankan oleh Direktorat Kepolisian Air Polda Sulsel, Rabu (31/5/17). Sejumlah bom ikan berdaya ledak tinggi serta peralatan para pelaku turut diamankan. (yudha/inikata)

MAKASSAR, INIKATA.com – Haji Haris pemilik kapal mesin berkat Resky terpaksa harus diamankan oleh Direktorat Kepolisian Air Polda Sulsel, Rabu (31/5/17). Sejumlah bom ikan berdaya ledak tinggi serta peralatan para pelaku turut diamankan.

Kepala Sub Bagian Hukum, Dirpolair Polda Sulsel, Ajun Komisaris Besar, Aidhin Mukadomo mengatakan, pelaku diamankan bersama dengan 15 ABK Kapal yang hendak melakukan aksinya di perairan Pangkep. Mereka merupakan residivis kambuhan dalam melakukan aksinya.

“Mereka diamankan setelah kapal patroli mendapatkan adanya kelompok kapal yang hendak mencoba menangkap ikan dengan menggunakan nahan peledak. Sebanyak 5 zak ukuran 25 kg berisi amonium nitrat merk hardener diamankan,”kata Aidhin, 1 Juni 2017.

Dari tangan pelaku pengeboman ikan ini, kata Aidhin polisi berhasil mengamankan sejumlah bahan peledak yang digunakan untuk bom ikan, sejumlah peralatan selam, dan dua long boat nelayan ukuran besar dan kecil.

Sementara, Haji Hari pemilik kapal mengakui dirinya baru saja menggunakan bahan semacam ini untuk menangkap ikan. Pasalnya sumber ikan yang berada di sekitar perairan pulau barang lompo sudah tidak menghasilkan lagi.

“Kasihan kami, terpaksa harus ke wilayah Pangkep untuk mendapatkan ikan. Saya juga baru pertama kali kasihan menggunakan barang semacam ini,”ujarnya. (**)