Bicara di Forum Rapimnas Golkar, Konsep Nurani Strategic Dipuji Akbar Tandjung

1 Juni 2017 13:57
Nurmal Idrus saat membawakan materi dalam forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Hotel Novotel Balikapapan, Kalimantan Timur, 21 - 23 Mei 2017 lalu. (ARDI/INIKATA)

MAKASSAR, INIKATA. com – Direktur Nurani Strategic Nurmal Idrus tampil memukau dalam membawakan materi dalam forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar di Hotel Novotel Balikapapan, Kalimantan Timur, 21 – 23 Mei 2017 lalu.

Nurmal yang diundang khusus berbicara di depan lebih 600 peserta Rapimnas dari seluruh Indonesia tampil berbicara mengenai sistem pengamanan suara di Pilleg dan Pilkada.

Berbicara di sesi paipurna II, mantan Ketua KPU Makassar sukses menarik perhatian karena materinya yang teknis, detail dan spesifik terkait ke-pemilu-an.

“Saya berbicara atas dasar pengalaman saya sebagai komisioner KPU. Para peserta sangat antusias karena itu terkait dengan pengalaman-pengalaman mereka di pemilu,” ujar mantan Ketua KPU Makassar priode 2008 – 2013 itu, Kamis (1/6/2017).

Sesepuh Golkar Akbar Tandjung dan beberapa fungsionaris DPP Golkar mengaku tercerahkan dengan materi itu.

“Saya sudah 7 kali melewati Pemilu dan baru kali ini saya mendapat materi sedetail ini. Adalah pelajaran penting bagi kita semua dan saya minta DPP Golkar mempelajari lebih lanjut mengenai materi ini,” ujarnya.

Akbar bahkan secara khusus menginstruksikan kepada Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid yang hadir dalam sesi itu untuk menindaklanjuti materi itu dengan membuat sebuah sistem pengamanan suara menyeluruh bagi Golkar.

“DPP harus menangkap peluang ini agar pengamanan suara kita di Pemilu mendatang bisa lebih optimal,” ujarnya.

Hal sama diungkapkan oleh pengurus DPP Golkar lainnya, Nurul Arifin. Menurutnya, materi ini membuatnya stres menghadapi kontestasi pemilu ke depan.

“Saya stres menghadapi kenyataan bahwa kita bisa berada pada posisi yang sangat sulit jika tak melakukan penjagaan seperti yang dibeberkan materi tadi. Saya memohon kepada DPP untuk menindaklanjutinya,” tukasnya.(**)