Penjahat Tewas Tertembak Tanpa Proses Hukum, Polda Sulsel: Itu Sudah Benar

1 Juni 2017 1:30
Korban yang tewas usai mendapat timah panas dari Aparat Kepolisian Polres Wajo.(Foto: Humas Polda Sulsel)

MAKASSAR,INIKATA.com– Kisruh aksi koboi yang dilakukan oleh Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU) Masri Juanda anggota Polsek Sajoangain Polres Wajo yang menewaskan pelaku Curanmor, Madi Abenai diklaim Polda Sulsel sudah sesuai dengan Prosedur tetap (protap).  

Hal tersebut di ungkapkan oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes pol Dicky Sondani, Rabu, (31/5/2017) malam. Ia mengurai, bahwa soal yang terjadi dilapangan itu bermula saat pelaku Madi Abenai (MBA) melihat Aparat Kepolisian dan mencoba melarikan diri.

“Saat pelaku (MBA) hendak melarikan diri. Pelaku melakukan perlawanan terhadap anggota terpaksa dilepaskan tembakan langsung ke sasaran,”kata Dicky.

Setelah itu, Anggota yang bertugas di lapangan melarikan pelaku (MBA) di rumah sakit terdekat, namun sangat disayangkan nyawanya tidak sempat lagi tertolong.

“Pelaku hendak dilarikan ke puskesmas terdekat, namun nnyawanya tidak sempat tertolong,”ujarnya.

Sebelumnya, Aksi koboi yang dilakukan oleh aparat kepolisian di Sulawesi Selatan (Sulsel) kini terjadi. Yakni Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU) Masri Juanda anggota Polsek Sajoangain Polres Wajo, melepaskan tembakan kepada Madi Bin Abenai (MBA) 27 Tahun, warga Jalan Kelapa Pasar Palopo Kalongkong Kota Palopo hingga tewas.

Kejadian itu diawali saat anggota mendapat laporan bahwa adanya tiga motor curian yang berhasil dijarah pelaku, saat itulah polisi menunggu pelaku, lalu pelaku yang saat itu berada diatas perahu hendak melarikan diri.

Melihat hal itu, Masri Juanda melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun tak diindahkan pelaku, akhirnya Masri menembak pelaku dibagian paha dan pantat, pelaku sempat dilarikan ke Puskesmas, namun sayang, nyawanya tidak terselamatkan didalam perjalan menuju puskesmas.(**)