Tewaskan Penjahat Bertatto Tanpa Proses Hukum, LBH : Polisi Brutal

31 Mei 2017 23:27
Korban yang tewas untuk mendapat timah panas dari Aparat Kepolisian.(Foto: Humas Polda Sulsel)

MAKASSAR, INIKATA.com– Aksi koboi yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, yang menembak mati pelaku Curanmor tanpa proses hukum dinilai sebagai tindakan brutal oleh lembaga bantuan hukum (LBH) Makassar.

Staf Pembela Umum LBH Makassar, Ali Rahangiar, menyesalkan ulah aparat Kepolisian yang cendrung tidak mentaati Hukum, bahkan, kata Ali, sudah seringkali kasus serupa terjadi di wilayah hukum Polda Sulsel.

“Polisi jangan menjadi koboi jalanan. itu prilaku brutal, Apalagi aksi tembakan tersebut menyebabkan pelaku meninggal. Polda Sulsel harus turun tangan dengan melalui proses mekanisme etik dan sekaligus melalui peradilan pidana,”kata Ali saat di konfirmasi Inikata.com, Rabu,  31 Mei 2017 malam.

Tindakan polisi tersebut, Kata Ali sangat tidakl profesional. Pasalnya pelaku yang hendak melarikan diri tersebut harus di lakukan secara prosedur tetap (protap) yang mengikat kepolisian dalam mengambil kebijakan.

“Harusnya sesuai dengan prosedur,  jangan main tembak saja,”ujarnya.

Sebelumnya, Aksi koboi yang dilakukan oleh aparat kepolisian di Sulawesi Selatan (Sulsel) kini terjadi. Yakni Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU) Masri Juanda anggota Polsek Sajoangain Polres Wajo, melepaskan tembakan kepada Madi Bin Abenai (MBA) 27 Tahun,  warga Jalan Kelapa Pasar Palopo Kalongkong Kota Palopo hingga tewas.

Kejadian itu diawali saat anggota mendapat laporan bahwa adanya tiga motor curian yang berhasil dijarah pelaku, saat itulah polisi menunggu pelaku, lalu pelaku yang saat itu berada diatas perahu hendak melarikan diri.

Melihat hal itu, Masri Juanda melepaskan tembakan peringatan sebanyak dua kali, namun tak diindahkan pelaku, akhirnya Masri menembak pelaku dibagian paha dan pantat, pelaku sempat dilarikan ke Puskesmas, namun sayang, nyawanya tidak terselamatkan didalam perjalan menuju puskesmas.(**)