Bro Rivai: WTP Bisa Dibeli, Karena Demokrasi Kita Keliru

30 Mei 2017 12:58
Bakal Calon Gubernur Sulsel, Abdul Rivai Ras (Bro Rivai). (IST)

MAKASSAR,INIKATA.com – Bakal Calon Gubernur Sulsel, Abdul Rivai Ras (Bro Rivai) menilai praktik jual beli opini wajar tanpa pengecualian‎ (WTP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bisa muncul karena adanya kekeliruan dalam sistem demokrasi yang dianut selama ini.

Sistem dimana suara mayoritas menjadi alat ukur kebenaran, jelas alumni Pondok Pesantren IMMIM Putra ini, melahirkan sistem voting dimana suara bisa diperjualbelikan.

“Terakhir, 3 hari lalu, kita disuguhkan dengan penangkapan auditor BPK oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam operasi tangkap tangan terkait suap WTP untuk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI. ‎Ini mengindikasikan telah terjadi pembohongan publik yang luar biasa terkait pemberian predikat WTP kepada pemerintah daerah dan kementerian,” kata Bro Rivai kala didapuk menyampaikan kuliah tujuh menit usai shalat subuh berjamaah di Masjid Baruga, Kompleks Bukit Baruga, Antang,Selasa (30/5/2017).

Bro Rivai menilai, predikat-predikat WTP yang selama ini melekat pada sejumlah lembaga kementerian dan pemerintah daerah harus ditelusuri keabsahannya. Sebab dikhawatirkan, jangan sampai semua predikat WTP yang dikeluarkan BPK selama ini adalah produk suap.

‎”Demokrasi yang tepat adalah demokrasi yang tidak kebablasan. Demokrasi yang bisa menjawab masalah keummatan adalah demokrasi dimana syuro atau permusyawaratan untuk mufakat dijunjung tinggi sesuai pancasila sila keempat,” tutur alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

‎Di Masjid Baruga, Bro Rivai juga bernostalgia bersama gurunya semasa menempuh pendidikan di pesantren, KH Asnawi. Keduanya membawakan kultum secara bergantian. (*)