Sial!! Sudah Menjambret Malah Minta Tebus di Korban

29 Mei 2017 17:28
Ilustrasi penjambretan

MAKASSAR, INIKATA.com – Ada-ada saja kelakuan pelaku jambret satu ini, Ardi (25) seusai beraksi malah meminta tebusan has Senin (29/5/2017).

Sialnya bagi Ardi, dirinya langsung dihajar ratusan warga sekitar yang merupakan kenalan korban. Kejadian itu terjadi di depan Kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI), Jalan Usman Salengke, Kelurahan Sungguminasa, Kabupaten Gowa.

Aksi dilakukan Ardi pada hari Minggu lalu dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) belakang Istana Balla Lompoa, Gowa. Dimana saat itu Ardi berhasil menggasak sebuah tas milik korbannya yang sebentar lagi akan mengikuti prosesi wisudah disalah satu Perguruan Tinggi (PT).

Namun, nomor seluler korban terterah disebuah lampiran berkas penting bagi Sunarti (korban) itu, disitulah, Ardi memanfaatkan nomor tersebut dengan menghubunginya.

Usai menghubungi, Ardi maupun Sunarti berjanji akan bertemu dilokasi. Tebusan yang diminta oleh Ardi sekitar Rp300 ribu, bahkan korban sempat diancam oleh Ardi.

Menurut korban, Sunarti mengatakan dirinya menjadi korban jambret dilakukan Ardi, pada saat dirinya hendak kerumah sakit untuk menjalankan tugas perkuliahannya (peraktek). Tiba-tiba pelaku datang dan langsung menarik tasnya.

“Waktu itu saya mau kerumah sakit peraktek, malah saya jadi korban jambret. Kejadiannya hari Minggu lalu,” ujar Warga Jalan Samata, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu tersebut.

Ia menambahkan, Ardi juga kerap mengancamnya sewaktu dihubungi untuk meminta tebusan, bahkan pelaku mengancam akan melakukan pemerkosaan jika melapor kepada pihak kepolisian.

“Saya selalu diancam waktu saya telfonan sama dia, katanya saya mau diapa-apai kalau saya lapor sama keluargaku dan polisi, dia juga mengaku tau dengan rumah saya dan tempat Dinas saya,” Sunarti menjelaskan.

Lanjut Sunarti, tak mau kehilangan jejak pelaku Ardi, ia pun meminta bantuan kepada keluarganya yang memiliki beberapa teman di sekitaran lokasi guna menjebak pelaku.

“Saya minta bantuan sama keluarga dan teman-temannya keluargaku untuk saya jebak ini Ardi. Karena selaluka na ancam. Makanya diatur mi semuanya,” tutupnya.(**)