Awali Ramadan di Makassar, Ini Misi Slamet

27 Mei 2017 10:52
Ada yang berbeda dilakukan oleh Slamet Tohari bersama dengan rekannya Dede untuk menyambut bulan Ramadan 1438 Hijriah kali ini. Dirinya merupakan salah seorang akademisi asal Kota Malang, Jawa Timur, merasa terketuk hatinya untuk memperjuangkan sekaligus mengkampanyekan hak, dan kewajiban Difabel.

MAKASSAR, INIKATA. com – Ada yang berbeda dilakukan oleh Slamet Tohari bersama dengan rekannya Dede untuk menyambut bulan Ramadan 1438 Hijriah kali ini. Dirinya merupakan salah seorang akademisi asal Kota Malang, Jawa Timur, merasa terketuk hatinya untuk memperjuangkan sekaligus mengkampanyekan hak, dan kewajiban Difabel.

Slamet yang kemudian tiba dua hari sebelum Ramadan atau Kamis, (25/5) lansung saja menyusuri lorong – lorong sempit yang ada di kota para “Daeng” Makassar. Tujuannya untuk menyampaikan kepada halayak ramai yang ada bahwa Difabel tidaklah harus dipandang sebelah mata.

Ia menuturkan kepada penulis, kurang dari setengah persen Difabilitas dapat mengenyam bangku di intitusi perguruan tinggi. Dimana telah tertuang di dalam konstitusi bahwa setiap warga Negara Indonesia itu berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

“Hampir 0,04 dari 100 persen. Difabel tidak dapat mengenyam perguruan tinggi atau dibatasi. Hal tersebut di dasari lantaran individu tersebut memiliki kekurangan,”kata Slamet, Sabtu (27/5/2017) dinihari.

Lebih lanjut ia mengatakan, kedatangan mereka ke Makassar untuk melakukan kampanye dan hak untuk Difabel dalam mendapatkan pendidikan.

“Sejauh ini di Malang alhamdulillah sudah hampir 100 persen Difabel sudah dapat mengenyam bangku perguruan tinggi. Bahkan sudah ada 5 bangunan khusus untuk kawan kita yang memiliki keterbelakangan khusus. Nah sejauh ini kami mencoba melakukan kampanye perjuangan hak difabilitas,”jelasnya.

Selain itu dirinya juga menyempatkan untuk memperkenalkan kepada khalayak tentang Pusat Studi dan Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Brawijaya tentang seputar informasi tentang proses yang sedang dilakukan oleh penyandang Disabilitas.

“Situsnya bisa di akses melalui http://psld.ub.ac.id/. Bersama kami mari kita menjadi bagian dari memperkuat kemandirian sahabat-sahabat difabel se Indonesia. Bersama Universitas Brawijaya kita akan memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas,”tegasnya.

Sementara, Direktur Utama, Pergerakan Difabilitas Indonesia untuk Kesetaraan (Perdik) Sulsel menambahkan, bahwa setiap orang berhak mendapatkan haknya. Sesuai yang tertulis di dalam konstitusi bahwa warga Negara terang dan jelas berhak mendapatkan itu.

“Kami sangatlah terbantu dengan kedatangan saudara kita. Semoga dengan adanya spirit baru tersebut dapat menjadi pemantik bagi saudara kita yang ada di Sulsel,”ucapnya.(**)