Pernyataan Aru Dikecam Soal Pembelaan ke Supratman

26 Mei 2017 11:00
Ketua DPC Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) kota Makassar yang juga Panglima Laskar Pejuang Masa DPan Makassar (Pemadam), Zulkifli Thahir.( ist)

MAKASSAR,INIKATA.com – Ketua DPC Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) kota Makassar yang juga Panglima Laskar Pejuang Masa DPan Makassar (Pemadam), Zulkifli Thahir sangat menyayangkan penyataan sikap Ketua DPRD Makassar terkait masalah dilaporkannya Supratman oleh kuasa hukum pemkot Makassar, Salasa Albert, SH.

Pernyataan sikap Ketua DPRD Makassar, Farouk M Betta yang mengatakan ” Lawan Danny bukan Supra tetapi Lembaga DPRD, Zulkifli Thahir menilai sikap ARU justru semakin memperkeruh keadaan.

“Sebagai Ketua DPRD Makassar seharusnya bersikap bijak dan menjadi penengah dalam kisruh antara Supratman dengan pak Walikota, dan bagaimana beliau bisa mendinginkan suasana bukan justru menambah temperaturnya “, Kata Zulkifli Thahir yang akrab di sapa Abang Chuleq, Kamis malam, (25/5/2017).

Menurutnya, pernyataan Ketua DPRD Makassar seharusnya itu tidak tersaji di tengah rakyat Makassar, kita sebagai warga Makassar masih punya nilai – nilai persaudaraan yang tinggi, masih punya siri’ na pacce.

” Ini kita harus jaga bersama, seharusnya kita sajikan suasana yang sejuk kepada masyarakat apalagi DPRD adalah wakil rakyat dan tidak menyangkut pautkan isntisusi apalagi berhadap-hadapan dengan instusi lain dalam hal ini pemkot Makassar yang merupakan mitra sejajar DPRD kota Makassar, berikanlah yang terbaik buat warga Makassar, bukan memperkeruh, “Kata Abang Chuleq.

” Ketua DPRD Kota Makassar jangan memperkeruh keadaan, yang dilapor itu bukan Supra sebagai anggota DPRD nya tapi Supra sebagai masyarakat biasa jadi jangan bawa-bawa ini ke persoalan institusi, ” tambah Zulkifli yang juga Ketua IWO (Ikatan Wartawan Online) Sulsel.

Zulkifli Thahir sependapat dengan salah satu anggota Dewan Makassar yang mengatakan kalau ini semua diselesaikan dengan kepala dingin tidak baik kalau DPRD dan pemkot Makassar berhadap-hadapan apa kata masyarakat. (**)