Waduh..Gudang Gula Ilegal Sudah Beroperasi Tiga Tahun

22 Mei 2017 14:57
Anggota Tim Sastgas Pangan dari Dinas Pertanian Provinsi Sulsel mengamankan gudang penyimpanak gula ilegal di Jalan Ir Sutami. (Yudha/inikata)

MAKASSAR, INIKATA.com – Anggota Tim Sastgas Pangan dari Dinas Pertanian Provinsi Sulsel, Uvin Shagir mengatakan bahwa tempat penyimpanan gula ilegal sebanyak 5.000 ton yang disimpan di UD Benteng Baru di Jalan Ir Sutami, sudah 3 tahun lebih beroprasi.

“Gudangnya sudah tiga tahun lebih beroperasi dengan label SNI palsu. Kalau SNI yang beredar tidak menggunakan standar dan telah beredar di pasaran,”kata Uvin, Senin, 22 Mei 2017.

Peredaran gula rafinasi dengan menggunakan label SNI palsu, kata Uvin sudah dipastikan belum sempat beredar di pasaran. Jadi proses pengawasannya sudah jelas melalui Dinas Perdagangan (Disperindag).

“Jadi penggunaannya itu gula rafinasi tidak dikonsumsi masyarakat. Kami bersama tim mengawasi bagaimana di label itu sudah standar atau bagaimana,”jelasnya.

Ia menambahkan, peredaran SNI palsu itu terbongkar lantaran tidak menggunakan label, tetapi menggunakan stiker.

“Cuma menggunakan stiker bukan label cetak. Yang perlu dilihat juga apakah melalui lembaga yang sudah terakreditasi atau tidak,”tukasnya.

Ketua KPPU Sulsel Ramli Simanjuntak mengatakan, penemuan gula ilegal ini dimulai ketika dilakukan sidak di pasaran. Di mana ada sejumlah pasar dan ritel yang menjajakan gula ilegal itu, bahkan dalam bentuk kemasan bermerk.

“Saat kami melakukan sidak ke beberapa pasar dan ritel kami menemukan ada produk gula kemasan yang tidak memiliki label SNI dan tidak terdaftar di BPOM. Dari situlah kami mulai mencari tahu asal muasal distributornya,”ungkapnya.

Hal itu kata Ramli sudah merupakan tindak pidana dan harus ditangani oleh pihak berwajib. Tim Satga Pangan akhirnya turun tangan melakukan penggeledahan dan penyegelan gudang Benteng Baru pada Sabtu 20 Mei lalu.

“Inilah bentuk kerja sama kami sebagai Tim Satgas Pangan di Sulsel mengawasi kebutuhan pangan di Sulsel dan segera menindaki jika ada indikasi pelanggaran yang terjadi,”tukasnya.(**)