Ternyata, 5000 Ton Gula Ilegal Milik UD Benteng Baru

22 Mei 2017 12:56
Tim Saber Pangan Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil mengamankan 107.360 sak gula atau sebanyak 5000 ton yang tidak memiliki ijin edar.( yudha/inikata)

MAKASSAR, INIKATA.com – Tim Saber Pangan Sulawesi Selatan (Sulsel) mengamankan 107.360 sak gula atau sebanyak 5000 ton yang tidak memiliki ijin edar.

Penggrebekan itu bermula sejak adanya laporan warga bahwa gudang penyimpanan UD Benteng Baru, di Jalan Ir. Sutami, sering melakukan proses bongkar muat.

Tim yang terdiri dari Dinas Pertanian Sulsel, Dinas Peternakan, Dinas Perkebunan Kanwil Beacukai, Dirkrimsus Polda Sulsel, melakukan proses penggeledahan pada Sabtu, (20/5/17).

“Menjelang Bulan suci Ramadhan Tim Saber Pungli mengamankan 5000 ton gula ilegal yang siap edar. Diantara gula tersebut ada 86,6 ton gula rafinasi,”kata Kabid Humas Polda, Komisaris Besar Dicky Sondani, Senin, (22/5/17) sesat ditemui di UD Benteng Baru.

Lanjutnya, gula rafinasi yang terletak di Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar dikemas di dalam karung dengan berat 50 Kilogram (kg) ini akan dikemas dalam bungkusan yang lebih kecil dan telah dipasarkan di beberapa daerah yang ada di Sulsel.

“Diketahui ribuan karung gula pasir ini akan dijadikan bahan praktek rafinasi oleh sang pemilik pabrik. Dimana dalam satu karung berisikan 1 Kg, dengan memakai lambang SNI Palsu pada kemasan gula tersebut,”jelasnya.

Saat dilakukan uji laboratorium oleh BPOM Sulsel terang dan jelas terbukti tak layak konsumsi dan tidak memiliki ijin edar.

“Saat dilakukan pengecekan, BPOM menemukan gula pasir dengan merek Sari Wangi ini tidak memiliki izin edar dan dinilai tidak layak konsumsi,”tukasnya.(**)