Diduga Depresi, Ayah Empat Anak Nekat Gantung Diri di Halte Alauddin

30 April 2017 7:38
Secarik kertas yang ditinggalkan korban bunuh diri di halte Alauddin. (Foto:Afriansyah/Inikata.com)

MAKASSAR, INIKATA.com – Diduga karena mengalami depresi berat, korban bernama I Made Anom nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara gantung diri di sebuah Halte, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (30/4/2017) dinihari, sekitar pukul 03.45 WITA.

Diberitakan sebelumnya, korban sempat diperkirakan adalah seorang remaja, namun pada saat ditemukannya selembar kertas kusuk, korban ternyata memiliki empat orang anak yang saat ini berada di Kabupaten Sinjai.

Saat ditemukan, pria menggunakan kaos singlet berwarna hitam dan bercelana hitam tersebut sudah tidak bernyawa lagi. Mulutnya pun tak mengeluarkan lidah. Bahkan kaki korban rapat di lantai halte.

Menurut keterangan anak korban, Wawan warga Kabupaten Sinjai saat dikonfirmasi melalui nomor telepon yang tertuang dalam surat ayahnya itu menjelaskan, ibu maupun ayahnya memang sudah lama berpisah.

Wawan juga sempat kaget mendengar kabar yang telah disampaikan kepadanya. Ia juga menyebutkan jika ibunya itu telah lama meninggal dunia.

“Memang ayah saya memiliki persoalan keluarga. Tapi saya sudah lama ini tidak bertemu dengan ayah saya. Baru saya dapat kabar kalau dia (korban, red) meninggal karena gantung diri,” ujarnya di balik seluler pribadinya.

Sementara, Kapolsek Tamalate, Komisaris Polisi Amrin AT menduga korban sendiri tewas bunuh diri, pihaknya juga menemukan selembar kertas yang ditulis oleh korban buat empat anaknya.

“Kita masih menduga korban bunuh diri. Biarkan pihak Biddokes Polda Sulsel melakukan otopsi terlebih dahulu,” ucapnya.

Sementara ini jenazah Almahrum I Made Anom telah berada di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Jalan Mappaoddang sembari menanti keluarga. (**)