Produksi Ternak Menurun, Vaksin Flu Burung Tidak Tersedia

29 April 2017 12:26
Ilustrasi (foto: int)

SIDRAP, INIKATA.com – Penurunan tingkat produksi ternak ayam petelur sejak beberapa bulan terakhir di daerah ini, mengalami penurunan drastis setelah terserang dengan penyakit virus flu burung yang mulai menyerang sejumlah peternak ayam ras.

Celakanya, virus flu burung dengan jenis H9N2 tersebut, hingga saat ini, belum bisa diatasi oleh peternak, karena pihak Dinas Peternakan belum mampu menyediakan vaksin yang mampu mencegah penyebarannya.

Menurut sumber resmi yang mengetahui persis dampak penyebaran virus itu yang meminta namanya tidak dipublis itu, di Pangkajene, Sidrap, Sabtu (29/4/2017), mengatakan, vaksin H9N2 belum tersedia di Indonesia, dan hanya terdapat di negara Korea dan China.

Kata sumber lagi, virus ini tidak memiliki resiko kematian yang tinggi, namun hanya menurunkan tingkat produksi.

Sebagai langkah antisipasi penyebaran, peternak hanya dihimbau untuk melakukan tindakan Bio security (Pembersihan), Disinvektan u(Penyemprotan) serta pemberian vitamin untuk menambah kekebalan tubuh kesehatan hewan ternak peliharaannnya.

Sementara itu, salah seorang peternak ayam ras yang ditemui di Pangkajene, Sidrap, H Abdul Rahman alias H Amang, mengatakan, peternak ayam ras di Sidrap sekarang ini, merasa khawatir dengan tidak tersedianya vaksin itu, walaupun tingkat kematian tidak terlalu berpengaruh, namun peternak tetap merugi, karena tingkat produksi mengalami penurunan 30 hingga 40 persen.

Untuk itu, kata H Amang, peran serta pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sangat diharapkan dalam mencarikan solusi agar vaksin tersebut secepatnya dapat diadakan sebelum peternak mengalami kerugian yang lebih besar yang bisa berdampak pada gulung tikarnya usaha ternak masyarakat. (***)