Bendahara KTNA Jeneponto Ancam Pidanakan Ketuanya

28 April 2017 16:23
Bendahara Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Jeneponto, Usman Situru. (kahar/inikata)

JENEPONTO, INIKATA.com – Bendahara Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Jeneponto, Usman Situru kepada media mengancam akan melaporkan Ketua KTNA Sulaeman Kitta ke pihak kejaksaan atau kepolisian terkait adanya tindakan yang tidak menfungsikan Bendaranya.

Usman Situru mengancam bakal melapor perihal ketidak ikut sertaanya sebagai bendahara pada kegiatan Penas ke 15 yang diselenggarakan di Aceh 6 -12 mei mendatang. Pasalnya ia mengaku berhak dan berwewenang hadir dala kepengurusan kegiatan tersebut.

“Hal ini yang saya pertanyakan karena sebagai bendahara saya berhak dalam kepengurusan,” kata Usman Situru, Jumat (28/4).

Selain itu, Usman Situru mengancam akan mempidanakan Ketua KTNA Jeneponto Sulaeman Kitta terkait penggunaan anggaran KTNA pada tahun 2014 yang lalu.

“Saya dengar dari Ketua DPRD Jeneponto, dananya sebanyak Rp580 juta dengan peserta sebanyak 78 orang untuk kegiatan Penas ke 15 di Aceh,” tutur Usman Situru.

Usman Situru menegaskan akan mengusut dana penggunaan Penas tahun 2017 ini apabila ditemukan adanya penyelewengan anggaran.

” Sebagai bendahara, saya tidak pernah dilibatkan dan difungsikan mulai tahun 2014 sampai sekarang. Sudah lama bendahara tidak pernah dilibatkan dalam setiap pertemuan dan selalu ketua yang menghadiri. Saya tidak pernah dilibatkan selama dia yang pegang uang,” sebut Usman Situru.

Terpisah, Ketua KTNA Jeneponto, Sulaeman Kitta dikonfirmasi via telpon selulernya berdalih ketidak ikut sertaan bendahara dalam kegiatan tersebut perihal kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan. informasi tersebut berdasarkan percakapan Sulaiman kitta dengan istri Usman Situru.

” Usman Situru tidak diikutkan dalam Penas 15 di Aceh, sebab menurut isterinya ia habis dioperasi, jangan sampai bermasalah kesehatannya dan bermasalah di perjalanan,” kilah Sulaeman Kitta.

Pada bagian lain, Sulaeman Kitta juga membantah dirinya memegang dana Penas 2017, ” Tidak benar saya yang pegang uang melainkan bendahara masing-masing SKPD,” kata Sulaeman Kitta.

Saat ditanya, dirinya akan dilapor ke Kejaksaan oleh Usman Situru, Sulaeman Kitta dengan nada sedikit emosional menyatakan siap untuk dilaporkan.(**)