Karyawan Semen Tonasa Bantu Bayi Penderita Tumor di Bokong

28 April 2017 11:55
Karyawan Semen Tonasa Bantu Bayi Penderita Tumor di Bokong di desa bulucindea kecamatan bungoro kabupaten pangkep. (fachmi/inikata)

PANGKEP,INIKATA.com – Muhammad Kabil, bayi penderita tumor ganas di desa Bulucindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep menyayat hati para dermawan yang tak tega melihat kondisi bayi malang tersebut.

Kondisi ini pun mengundang keprihatinan  dermawan yang tergabung dalam karyawan PT Semen Tonasa mengunjungi kediaman kabil untuk memberikan santunan pribadi masing-masing karyawan.

Hasil yang dikumpulkan para donatur Karyawan PT. Semen Tonasa pun terkumpul sebesar Rp. 18,5 juta dan selanjutnya dana yang telah terkumpul diberikan langsung untuk disumbangkan kepada keluarga Kabil guna dimanfaatkan untuk pengobatan bayi malang itu.

Sementara itu Kepala biro keamanan PT. Semen Tonasa, Kapten Markamran saat ditemui  mengatakan, bawah dirinya dan sejumlah karyawan PT Semen Tonasa turut prihatin atas penyakit yang diderita bayi berusia 3 bulan tersebut.

” Saya pribadi bersama dengan sejumlah karyawan merasa sangat prihatin akan penyakit yang diderita bayi kabil, apalagi bayi tersebut masih berumur 3 bulan, Maka dari itulah kami berupaya untuk mengumpulkan dana bersama teman-teman Karyawan PT. Semen Tonasa, setidaknya bisa membantu meringankan beban kabil dan keluarganya,” pungkasnya sesaat setelah memberikan bantuan. Jumat 28 april 2017.

Ia pun berharap, agar bayi Kabil dapat segera ditangani secara medis dan tumor yang berada di bokong kabil secepatnya untuk dioperasi agar tak menyebar pada bagian tubuh yang lain, mengingat penyakit ini merupakan penyakit yang dapat mempengaruhi organ tubuh lain si penderitanya.

Dan pada saat yang bersamaan Akbar orang tua Kabil mengucapkan banyak terima kasih sebagai mana telah membantu meringankan beban hidup keluarganya.

” Untuk para dermawan yang telah menyisihkan sebagian untuk pengobatan kabil, kami dari keluarga banyak mengucapkan terimakasih, kami juga berharap besar kepada pemerintah agar bayi kami secepatnya dilarikan ke rumah sakit,”tutup Akbar bakka.(**)