Jadi Fasilitator Penyewaan Lahan Negara, Asisten Satu Pemkot Makassar Jadi Tersangka

27 April 2017 18:48
Ilustrasi (foto/int)

MAKASSAR, INIKATA.com – Kasus Penjualan asset daerah di Buloa perlahan setelah desember lalu mulai digarap Kejaksaan Tinggi Sulselbar akhirnya pada Kamis kemarin resmi menetapkan Asisten I Pemerintah Kota Makassar, Muhammad Sabri dan dua orang lainnya sebagai tersangka.

Kasipenerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sulselbar, melalui rilis resminya via whatsApp, Kamis (27/4/2017) mengaku, penyidik tindak pidana khusus Kejati telah menetapkan tiga tersangka masing masing dengan inisial MS (Pejabat Pemkot), JR (yang mengaku pemilik lahan), dan RD (penyewa lahan).

Dimana hasil penelusuran pejabat pemkot yang dimaksud adalah Muhammad Sabri yang tidak lain adalah Asisten 1 Pemkot Makassar.

Saat ditanyai lebih lanjut Kasipenerangan Hukum mengaku, dalam kasus ini MS, berperan dimana karena dirinya lahan tersebut menimbulkan kerugian negara.

“Ms ditetapkan sebagai tersangka setelah ditemukan bukti yang cukup mengenai alur penyewaan asset daerah ini, apalagi Ini berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan proyek strategi Nasional yakni Makassar New Port,” Kata Salahuddin.

Awalnya hasil penelusuran awal beberapa waktu lalu, JR dan RD mengakui memiliki surat garapan tahun 2003 atas tanah negara yang merupakan akses ke proyek pembangunan Makassar New Port.

“Atas dasar itu, para tersangka Jayanti dan Rusdin yang difasilitasi oleh Muh Sabri (Assisten I kota Makassar) yang bertindak seolah-olah atas nama Pemerintah kota Makassar meminta dibayarkan uang sewa kepada PT.PP selaku pelaksana pekerjaan sebesar Rp.500 jt selama 1 tahun yg dituangkan dalam perjanjian, padahal diketahui bahwa surat garap yg dimiliki tahun 2003 tersebut lokasi masih berupa laut hingga di tahun 2013,” Beber Salahuddin

“Kita akan akan memanggil para tersangka dan saksi-saksi minggu depan,” lanjutnya.(**)