Polres Sinjai Ungkap Kasus Pupuk Tanpa Izin

27 April 2017 13:16
Polres Sinjai Ungkap Kasus Pupuk Tanpa Izin di Desa Saotengah, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai. (ist)

SINJAI, INIKATA.com – Tim Gabungan dari Resmob bersama Tipiter Polres Sinjai yang dipimpin langsung  Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Sardan telah melakukan penyegelan terhadap pabrik yang sedang memproduksi pupuk jenis Kapur Pertanian (Kaptan) yang tidak memiliki ijin produksi dan ijin edar serta tidak sesuai dengan komposisi atau spesipikasi yang tertera pada karungnya.

Adapun pemilik pengelolah pabrik tersebut bernama Wahyudin (28) warga Desa Saotengah, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai. Dimana pabrik tersebut dikemas oleh UD.Resky Amalia dan CV Jabal ihwan.

” Sementara pemilik pupuk yakni Wahyudi (28) warga Desa Sao Tengah, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai masih diintrogasi, hanya pupuk yang kita amankan,” Kata Kapolres Sinjai, AKBP Agus Dwi Hermawan Kepada INIKATA.Com, saat dikonfirmasi melalui selulernya, Kamis (27/4/2017).

Menurut keterangan pemilik pabrik, bahwa bahan dasar pupuk tersebut cuma batu kapur yang diperoleh dari Kabupaten Bulukumba serta pabrik tersebut sudah beroprasi sekitar satu bulan dan sudah memproduksi pupuk sebanyak 100 sak, adapun harga dari pupuk tersebut per karungnya dijual seharga Rp. 35.000.

Kata Agus, untuk label di kemasan pupuk terdapat UD Resky amaliah dan CV Jabal Ihwan serta terdapat spesifikasi yang ada di tulisan luar kemasan yang diduga tidak benar, dan masih kita dalami.

” Bahan dasar pupuk tersebut yang dikelola pabrik ini diketahui dari batu kapur yan diolah oleh pabrik dan tanpa bahan lain dan bahan dasar berupa kapur brasal dari Kabupaten Bulukumba, saat ini label di kemasan pupuk tersebut terdapat UD Resky Amaliah dan CV. Jabal Ihwan serta terdapat spesifikasi yang ada di tulisan luar kemasan yang diduga tidak benar, dan kami masih dalami kasus ini,” katanya.

Adapun Barang bukti yang berhasil diamankan oleh Polres Sinjai berupa 51 (lima puluh satu) sak pupuk kaptan berat 50 kg, 1 (satu) unit mesin penghalus batu kapur, 2 (dua) buah skop, 1 (satu) buah cangkul, 1(satu) buah timbangan, 1(satu) buah slingger. (**)