Bayi Penderita Tumor di Bulu Cindea Butuh Perhatian Pemerintah

27 April 2017 11:22
Bayi Penderita Tumor di Bulu Cindea Butuh Perhatian Pemerintah. (Fachmi/inikata)

PANGKEP,INIKATA.com – Bayi berumur 3 bulan dari pasangan suami istri Akbar dan riska di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep harus merintih kesakitan karena mengidap tumor ganas pada bagian bokongnya sejak lahir.

Mengetahui hal tersebut pihak desa bulu cindea langsung menindaklanjuti penanganan terhadap derita yang dialami bayi dari pasangan keluarga kurang mampu ini.

Kedua orang tua dari bayi malang itu mengaku hanya bisa pasrah akan apa yang di alami oleh anaknya karena keterbatasan biaya.

Sementara itu Kepala Desa Bulu Cindea, Made Ali yang telah menerima informasi tersebut, langsung mengambil tindakan tegas dengan membawa bayi malang tersebut ke dokter ahli bedah di Rumah sakit umum daerah (RSUD) Pangkep.

Dari hasil pemeriksaan, pihak rumah sakit menyarankan agar segera merujuk bayi tersebut ke Rumah sakit yang ada di Makassar, guna mendapat penanganan medis secara lebih baik.

“ Untuk saat ini, kami urus dulu penerbitan Kartu Keluarganya (KK), karena, anak bayi itu belum tercatat dalam Kartu keluarganya, untuk pengurusan administrasi BPJS, dan bermohon Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Dinas Sosial,”jelas Made Ali, (27/4).

“Bayi ini harus segera ditangani secara intensif mengingat hasil dari pemeriksaan dokter penyakit tumor yang diderita anak tersebut, berhubungan dengan saraf otak pula, Makanya saat ini kita berupaya agar hari ini KK nya, sudah terbit. Dan kita bisa mengurus BPJS kemudian kami bawa kembali ke RSUD Pangkep untuk meminta keterangan rujukan,” tambahnya.

Di tempat yang berbeda ayah dari bayi malang tersebut mengatakan Penyakit yang diderita oleh anaknya tersebut merupakan bawaan sejak lahir.

“Awalnya cuman benjolan kecil namun seiring usia anak saya bertambah benjolan kecil tersebut semakin lama makin membesar, kami juga sudah berupaya sekuat tenaga untuk memberikan pengobatan yang terbaik, karena keterbatasan biaya kami belum mampu membawanya ke rumah sakit, apalagi biaya untuk operasi itu tidak murah, kami tidak mempunyai uang, namun kami sangat bersykur ketika kepala desa datang kerumah dan melihat kondisi anak kami dan membawa anak kami ke RSUD,” singkat Akbar. (**)