Raup Untung Lewat Bisnis Pengurusan SIM di Lembaga Kursus Mengendarai Mobil, Ada Oknum Bermain?

26 April 2017 20:13
Ilustrasi

MAKASSAR, INIKATA.com – Beberapa cara dilakoni para pelaku usaha demi meraup untung melalui bisnis pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) sudah mulai marak terjadi di Kota Makassar.

Seperti halnya tempat kursus pelatihan mengendarai kendaraan roda empat. Diantaranya yang sudah terkenal yakni kursus mengendarai mobil Aliyah Makassar di Jalan Urip Sumoharjo Makassar.

Dari seluruh lembaga kursus mengendarai kendaraan roda empat yang ada di Kota Makassar, hampir semuanya menawarkan fasilitas penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) jika berhasil menyelesaikan pelatihan melalui pertemuan hingga mahir.

Rita misalnya sapaan akrab salah seorang warga Jalan Rajawali Makassar mengakui baru-baru ini telah menamatkan pelatihan di salah satu lembaga kursus dibilangan Jalan Urip Sumoharjo Makassar.

Ia mengungkapkan pendaftaran mengikuti pelatihan kursus ditempatnya tersebut ia bayar sebesar Rp 1,5 Juta dengan fasilitas langsung mendapatkan SIM jika usai mengikuti pelatihan kursus selama sepekan ditempatnya itu.

“Iya langsung dapat SIM. Pendaftaran kursus itu sebesar Rp 1,5 Juta selama sepekan mengikuti kursus mengendarai mobil. Pendaftarannya tergantung jenis mobil yang ingin digunakan selama kursus,” kata Rita, Rabu (26/4/2017).

Sementara, Pusat Kajian Advokasi Anti Korupsi (Pukat) Sulsel mengatakan dalam aturan yang ada, tak ada sedikit pun yang menyinggung adanya pemberian kewenangan kepada sebuah lembaga swasta khususnya lembaga kursus mengendarai roda empat dalam merekomendasi terbitnya Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Hanya satu lembaga yang berwenang yakni kewenangan tunggal Direktorat Lalu-Lintas saja. Mekanisme mendapatkan SIM pun telah diatur sesuai aturan yang ada dan hanya bisa diuji oleh petugas lalu-lintas yang juga memang telah diberi mandat untuk itu,” jelas Farid.

Farid juga mengakui hampir semua lembaga kursus mengendarai kendaraan roda empat memang memfasilitasi SIM kepada peserta kursus jika berhasil menyelesaikan pelatihan ditempat kursus tersebut.

“Ini perlu memang adanya transparansi jangan sampai ada permainan didalam khususnya mengenai besaran biaya yang harus dikeluarkan dalam penerbitan SIM melalui lembaga kursus yang bersangkutan,” tutupnya.(**)