Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan Oknum POMAL, Kuasa Hukum Resmi Bersurat ke Kasal

26 April 2017 19:02
Kuasa Hukum Salim Djati Mamma dan H. Muh.Said setelah mengambil keterangan pengakuan korban atas penganiayaan yang dilakukan pelaku oknum Pomal yang melakukan penganiaayaan terhadap kedua korban,saat Operasi penertiban parkiran yang digelar Pomal di Jalan Satando

MAKASSAR, INIKATA.com – Kuasa Hukum Salim Djati Mamma dan H. Muh.Said setelah mengambil keterangan pengakuan korban atas penganiayaan yang dilakukan pelaku oknum Pomal yang melakukan penganiaayaan terhadap kedua korban,saat Operasi penertiban parkiran yang digelar Pomal di Jalan Satando pada Selasa (18/4/2017),lalu.

Dari pengakuan korban keduanya menceritakan ikhwal ‎peristiwa menimpanya saat dianiaya oleh oknum Pomal tersebut, kata kuasa hukum korban Farid Mamma mengutip peristiwa yang dialami kedua korban saat itu pihak personel Pomal menggelar operasi penertiban kendaraan yang sedang terparkir di pinggir jalan Satando.‎

“Kalau dari cerita yang sebenarnya diakui oleh kedua korban dari. Keterangannya yang telah kami ambil,keduanya mengaku saat penertiban dilakukan personel Pomal di Jalan Satando,Korban yakni Salim mendatangi warung kopi (warkop),sekitar pukul 12.05 Wita.Ia bermaksud ngopi sambil menanti Salat Dhuhur, Salim yang tiba diwarkop memarkir ‎mobilnya tepatnya di dekat masuk Jalan Tol dilokasi itu pula kendaraan pada memarkir,Salim yang sementara asyik ngopi,tak berselang lama anggota Pomal tiba – tiba datang iapun masuk kedalam warkop menyampaikan korban untuk memindahkan mobilnya yang diparkir,” tukas Farid

Korban pun lanjut Farid dengan penyampaian itu menghargai anggota Pomal, ia lalu menuju ke parkiran, namun Salim saat keluar terkejut melihat salah seorang anggota Pomal yang diketahui bernama Lettu Husni dan anggota lainnya yang sedang berada diluar warkop mengempes bahkan merusak pentil mobil miliknya.

“Bagaimana korban hendak memindahkan mobilnya sedang mobil korban ‎dikempes lalu pentilnya dirusak,saat itulah Salim menanyakan tindakan yang dilakukan oknum Pomal tersebut,Bukannya kata maaf yang dilontarkan oknum – oknum itu,Namun malah menyikapi Salim para oknum spontan melakukan kekerasan secara bersama sama (mengeroyok),dengan cara membenturkan kepala Salim,selanjutnya menarik baju Salim hingga sobek,kemudian oknum bersama – sama mendorong,memukul lalu menginjak – injak Salim,” beber Farid saat memberikan keterangan Pers kepada awak media di warkop Siama Jalan Urip Sumoharjo (26/4/2017)

Lebih lanjut Farid Mamma Kakak kandung Salim Mamma ini ‎yang merupakan kuasa hukumnya mengungkapkan, akibat pengeroyokan yang dilakukan oknum Pomal tersebut, Salim mengalami di sekujur tubuhnya luka memar pelipis, memar pada dada, memar pada perut dan kaki.

“Beruntung saat Salim pingsan langsung mendapat pertolongan oleh anggota kepolisian yakni Akp Idri,Akp Daryatmo dan Ipda Lasinrang serta masyarakat sekitar,selanjutnya ‎Salim dibawa ke Rumah Sakit Akademis untuk mendapat perawatan intensif,” jelasnya‎

Sementara korban H.M.Said kata Farid saat kejadian,kebetulan juga berada di warung kopi 75 sedang ngopi ,”Jadi korban H.M.Said yang juga korban atas pengeroyokan dilakukan oknum Pomal tersebut,saat itu ia kebetulan saja bertemu dengan Salim sedang berada di warkop 75 .Keduanya selaku pengunjung warkop,tak berselang lama sekitar 30 menit pasca Salim dikeroyok tiba -tiba pula Said yang juga menjadi korban pengeroyokan,ia dilarikan ke Rumah Sakit Siloam akibat luka memar disekujur tubuhnya, Said mendapat perawatan medis selama 3 hari,” ujarnya

‎Farid menyebutkan identitas oknum Pomal tersebut masing masing diketahui bernama Lettu Husni,Kapten Guntur dan oknum anggota Pomal lainya. “Mereka oknum yang telah kami ketahui identitasnya melakukan penganiayaan terhadap Salim dan H.M Said,murni merupakan tindak pidana yang harus diselesaikan secara hukum,atas perbuatannya melawan hukum,dengan demikian kami laporkan ke Bapak Kepala Staf Anggkatan Laut Republik Indonesia,mengingat perihal tersebut ini merupkan sikap Danlantamal VI Makassar selaku Pimpinan tidak obyektif menyikapi persoalan ini,aplagi pemicunya hanya persoalan parkiran yang tidak sesuasi subtansinya yang sama sekali tidak punya kewenangan untuk mengurus persoalan parkir,” tegas Farid

Pengacara kondan Sulsel ini berharap agar surat yang dilayangkannya itu ke Bapak Kepala Staf Angkatan Laut Republik Indonesia untuk memproses oknum yang bersangkutan yang telah melawan hukum,”Kami berharap agar Pimpinan Pusat yakni ‎Kepala Staf Angkatan Laut Republik Indonesia untuk memproses oknum yang bersangkutan yang telah melawan hukum‎,demikian pula dengan bukti – bukti yang kami telah siapkan berupa video editan yang melakukan pembohingan publik terhadap wartawan mengaku melakukan penganiayaan terhadap Salim dan Said tidak mengenakan seragam satuan padahal kenyataannya dari vidoe yang sebenarnya mereka kejepret dengan video yang sebenarnya,video asli yang kami bawa untuk kerana hukum untuk memproses terhadap oknum Pomal yang melawan hukum,”kunci Farid Mamma. (**)