Kapolres Jeneponto Benarkan Adanya Laporan Dua Legislator yang Bersiteru

25 April 2017 15:58
Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto. (kahar/inikata)

JENEPONTO, INIKATA.com – Dua Legislator PAN dan Hanura saling lapor di Mapolres Jeneponto terkait keributan yang terjadi di pemakaman Supomo Guntur di Kampung Bulloe, Desa Bontomate’ne, Kecamatan Turatea Jeneponto.

Menurut Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto bahwa kedua legislator masing-masing Muktar Tompo dan Syamsuddin Karlos telah melapor dengan kasus dugaan penganiayaan di Mapolres Jeneponto.

” Memang benar keduanya melapor di Mapolres Jeneponto terkait dugaan kasus penganiayaan, kedua legislator itu sudah kita periksa termasuk pemeriksaan saksi pelapor dari pihak muktar tompo dan untuk saksi dari pihak Syamsuddin sementara dicari,”jelas AKBP Hery Susanto, Selasa (25/4/17).

Menurut AKBP Hery Susanto, visum anggota DPR Muktar Tompo akan diminta sebagai alat bukti sementara Syamsuddin Karlos tidak melakukan visum karena tidak luka.

Sementara itu, legislator DPR RI, Muktar Tompo mengakui dirinya telah melaporkan kejadian yang menimpa dirinya demi meredam amarah keluarga dan jaringannya.

” Saya melaporkan Syamsuddin Karlos atas dugaan penganiayaan di Mapolres Jeneponto, ini untuk meredam juga amarah keluarga dan jaringan, biar penegak hukum yang selesaikan dan berharap keluarga agar menahan diri,” ungkap Muktar Tompo.

Senada legislator DPRD Provinsi Sulsel, Syamsuddin Karlos pun telah melaporkan kejadian yang sama dengan dugaan penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan.,

“Sudah saya laporkan juga di polres jeneponto atas dugaan penganiayaan dan membuat perasaan tidak enak. Apalagi dia bilang tidak akan melapor dan sudah memaafkan saya,” tutur Syamsuddin Karlos.

Untuk diketahui dua legislator ini satu di antaranya anggota DPR RI Pusat dari komisi VII Muktar Tompo dan Syamsuddin Karlos dari Komisi IV Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.(**)