Pembagian Rastra di Parepare Diprotes Warga

25 April 2017 12:15
Puluhan warga melakukan aksi damai di halaman Kantor Wali Kota Parepare dan diterima langsung asisten II dan Kepala Beppeda Parepare, Ramadhan Umasangaji, Selasa (25/4/2017).(kalma/inikata)

PAREPARE, INIKATA.com – Puluhan warga melakukan aksi damai di halaman Kantor Wali Kota Parepare dan diterima langsung asisten II dan Kepala Beppeda Parepare, Ramadhan Umasangaji, Selasa (25/4/2017).

Aksi damai tersebut dilakukan terkait pembagian Beras Sejahtera (Rastra) yang tidak merata kepada sejumlah warga.

Ketua RW I Tonrangeng sekaligus perwakilan aksi damai, Sappe mengatakan, aksi mereka dilakukan lantaran adanya kisruh dan ketidak merataan pembagian rastra.

” Ada beberapa hal yang kami sampaikan pertama, adanya pengurangan kurang lebih 400 penerima rastra, dan ada pergantian nama dilakukan setelah ada pengurangan, sebelum ada pembagian rasta ada janji bahwa rumah penerima rastra akan ditandai dengan ‘pilox’ sebagai tanda penerima rastra,bagaimana proses pendataannya sehingga seperti ini,”
,”katanya memohon penjelasan kepada pihak pemkot Parepare.

Sementara Ketua RW 8 Kelurahan Ujung Bulu, menyampaikan keinginannya untuk diadakan pendataan ulang,” Buat pendataan ulang dan stop beras di april, jangan dulu dibagi,”singkatnya.

Tidak hanya itu Sansumar warga kelurahan mallusetasi juga meminta untuk tidak berpatokan data dari pusat.

” Jangan terima data dari pusat terus pemerintah bawah langsung coret. Harusnya kelurahan dan RT/RW ikut berperan untuk mendata karena mereka lebih tau akan warga. Yang mana layak dan tidak,”jelasnya.

Sementara Kepala Bappeda Parepare, H Iwan Assad yang menerima aksi damai terkait rastra tersebut mengaku membutuhkan waktu untuk dilakukan verifikasi.

” Berikan kami dulu waktu melakukan verifikasi dengan mengumpulkan data-data sampai tingkat kelurahan dengan melakukan verivikasi penerimaan rastra melalui bappeda. Kordinasi dengan camat dan ekonomi memilih yang mana pantas dan tidak, tapi butuh waktu. Karna ini harus dilapor juga ke pusat. Saya berharap ketua RT/RW mengawal pendataan ini

“Kami akan melakukan pendataan ulang bukan hanya di Parepare terjadi seperti ini, hampir semua daerah, olehnya itu kita akan melakukan verifikasi data kembali, saya harap ketua RT/RW mengawal ini,”tambahnya.

Sementara, Asisten II Ramadhan Umasangaji, membenarkan jika data yang ada benar dari pusat, ” Benar data dari pusat, terakhir data tahun 2015 yang melibatkan RT/RW. Kami akan lakukan pertemuan teknis terkait masalah ini. Hal ini juga akan kami lakukan kepada walikota agar penerimaan rastra diperbaiki,”tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, para aksi damai ini menuju ke Gedung DPRD Parepare.(**)