Ini Pengakuan Sang Paman usai Menghabisi Nyawa Keponakannya

25 April 2017 2:17
Ini Pengakuan Sang Paman usai Menghabisi Nyawa Keponakannya.

SINJAI, INIKATA.com – Pelaku Penganiayaan hingga menewaskan korban yang tak lain keponakannya sendiri yakni Tahir alias Tahe Bin Umpa (40) warga Dusun Tombolo, Desa Sukamaju Kecamatan Tellu Limpoe, membeberkan saat dirinya membunuh Jafar (49) di Desa Bua, Dusun Tombolo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, kemarin.

Awalnya, tersangka menasehati korban untuk tidak ikut campur dalam persoalan tanah warisan. Oleh karena, tanah tersebut merupakan wewenang Tahir bersama saudaranya. Namun, Jafar tetap bersikeras dan terus mengungkit tanah tersebut.

“Tidak mau diatur, padahal kita mau musyawarah kan bersama keluarga,” kata pelaku.

Bahkan kata Tahir, korban terlebih dahulu mengancamnya dengan mengeluarkan parang miliknya. Akan tetapi, Tahir mendahuluinya dalam menebas leher korban. Setelah itu, tersangka melarikan diri dan bersembunyi di salah satu gua yang ada di Desa Sukamaju.

Baca Juga: Tak Tahan jadi Buron, Paman yang Aniaya Keponakannya hingga Tewas Menyerahkan Diri

Kemudian, Kasat Reskrim Polres Sinjai, AKP Sardan mengungkapkan, setelah tersangka melakukan aksinya, ia sempat mendatangi rumahnya dan memberikan uang kepada anaknya. Setelah itu, dia menyimpan parang yang digunakan kepada tetangga. Dan, melarikan diri ke gua untuk bersembunyi.

Kemudian, Kapolres Sinjai, AKBP Agus Dwi Hermawan menuturkan, bahwa pelaku membunuh korban dengan motif sakit hati. Oleh karena Jafar telah dinasehati oleh pamannya sendiri, untuk tidak ikut campur dalam urusan tanah. Namun korban tetap ikut campur dan mengancam pelaku dengan parang.

Akan tetapi tersangka terlebih dahulu menebas leher korban. Saat ini, tersangka berada dalam tahanan Mapolres Sinjai. Pelaku terancam dikenakan hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun. (**)