Tak Tahan jadi Buron, Paman yang Aniaya Keponakannya hingga Tewas Menyerahkan Diri

25 April 2017 2:10
Pihak kepolisian saat melakukan penanganan kasus pembunuhan.

SINJAI, INIKATA.com – Tahir Alias Tahe Bin Umpa (40) pelaku penganiayaan sekaligus pembunuh korban yang tak lain keponakannya sendiri yakni korban Jafar alias Afa bin Maming Warga Desa Sukamaju, Dusun Tombolo, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, telah meyerahkan diri ke pemerintah Desa Bua Kecamatan Tellu Limpoe, Senin (24/4/2017) malam.

Kepala Desa Bua, Andi Asis Soi mengatakan, dirinya telah mengimbau kepada keluarga Tahir yang juga warga Dusun Tombolo Desa Sukamaju, Kecamatan Tellu Limpoe, untuk menyerahkan diri kepada pihak kepolisian atau pemerintah.

“Kami sudah koordinasi pihak keluarga pelaku yang juga warga Dusun Tombolo agar pelaku dapat menyerahkan diri ke pihak kepolisian atau pemerimtah setempat,” kata Andi Asis Soi, Selasa (25/4/2017).

Atas imbauan pemerintah kecamatan Tellulimpoe, Dusun Tombolo, Desa Sukamaju, akhirnya Tahir segera menyerahkan diri kepada pemerintah Desa, pada Senin 24 April, setelah dua malam menjadi burunan oleh Sat Reskrim Polres Sinjai.

“Dia menyerahkan diri langsung ke saya,” singkat Andi Asis Soi.

Dikethaui Sebelumnya, berawal pada saat korban bersama pelaku sedang berpesta minuman Ballo (Tuak) di salah satu rumah warga bernama Sufu bin Lahami (55) di Lempangang, Desa Bua, Kecamatan Tellulimppe, Kabupaten Sinjai.

“Korban bersama pelaku saat itu sedang berpesta minuman ballo (tuak) dirumah salah satu warga, tak lama kemudian terjadi keributan antara pelaku dan korban terkait masalah tanah warisan, dan kemudian pelaku tersebut langsung menganiaya korban dengan menggunakan parang dan mengena pada bagian leher sebelah kiri sehingga korban mengalami luka terbuka dg panjang sekitar 20 Cm, lebar 5 Cm mengakibatkan meninggal di tempat,” kata Kasat Reskrim AKP Sardan.

Saat ini tersangka Tahir alias Tahe bin Umpa (40) telah berada di Mapolres Sinjai, untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. (**)