Wartawan Inews TV Dapat Perlakuan Kasar dari Oknum Penasehat Hukum di Kejati

14 Februari 2017 19:20
Leo

MAKASSAR, INIKATA.com – Perbuatan tak terpuji diperlihatkan seorang oknum penasehat hukum saat berada di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, Jalan Urip Sumohardjo, Kecamatan Panakukang, Selasa (14/2/2017).

Korban yang merupakan seorang reporter Inews tv, bernama Nur Leo. Dirinya mendapatkan perlakuan kasar disertai pengancaman oleh salah satu pengunjung mengaku bernama Ilho.

Kejadian itu bermula saat Nur Leo melakukan kerja-kerja seorang jurnalis dengan mengambil sebuah gambar, tiba tiba digertak kemudian kerah bajunya ditarik oleh Ilho yang diketahui sebagai penasehat hukum.

“Kenapa kau merekam rekam, kau siapa?,” tiru Leo dari ucapan pelaku tersebut.

Bahkan Leo mengaku, penasehat hukum tersebut memaksa untuk mengambil handicam yang digunakan dirinya. Selain meminta pelaku juga ingin mengapus gambar hasil rekaman yang telah di record.

Meski telah dilerai oleh beberapa jaksa namun ilho dan beberapa orang lainnya datang menyerbu dan mencecar Leo sembari mengancam agar rekaman tersebut dihapus.

Sementara Ilho mengaku Leo merekam tanpa persetujuannya, sehingga sontak naik pitam, ia mengaku sangat tahu soal jurnalistik dan mengenal para jurnalis senior.

“Saya tadi itu bertanya kenapa ko rekam saya, saya tanya namamu, kau tidak menjawab, kau memang salah,” kata Ilho.

Penasehat Hukum itu juga mengaku sangat tahu persoalan kerja jurnalistik, sebab dia dulunya juga merupakan jurnalis di TPI, bahkan menyebut sejumlah nama seperti Ana Rusli, ucok jenta dan lain lain

“Saya ini wartawan dulu, saya tau semua senior senior mu, saya dulu itu di TPI, saya tahu itu ana rusli, uco jenta tukasnya, makanya kalau mau merekam liat liat juga bos,” ujarnya lagi.

Sementara Leo mengaku dirinya juga kaget sebab sebagaimana biasanya dikejaksaan dirinya tidak pernah dapat larangan untuk meliput, apalagi memang kerja jurnalis adalah melakukan pengambilan gambar.

Baca juga: JTI Kecam Tindakan Anarkis Terhadap Wartawan Celebes TV di Makassar

Saksi mata yang tidak lain adalah Kasipenkum Salahuddin mengaku dirinya sempat melerai, bahkan sempat memanggil pihak kepolisian.

“Saya sempat melerai, tapi beberapa orang datang menunjuk nunjuk bahkan menarik paksa id cardnya si Leo,” tungkas Salahuddin.

Baca juga: Pasca Kekerasan Jurnalis, Danintel Kodam VII Wirabuana Temui Wartawan

Akibat kasus ini Leo berencana untuk melaporkan hal tersebut ke Organisasi Pers dan juga akan melaporkannya kekantor Polisi.(**)