Soal Minyak Jelantah, Gema Nusa Foundation Desak Pemerintah Bersikap

11 Februari 2017 19:10
Yayasan Generasi Mandiri Nusantara Sejahtera saat menggelar jumpa Pers.

MAKASSAR, INIKATA.com – Banyaknya temuan peredaran minyak jelantah (minyak bekas) di pasar-pasar tradisional. Yayasan Generasi Mandiri Nusantara Sejahtera (GEMA NUSA foundation) meminta pemerintah untuk segera menyikapi hal ini.

Seperti yang dikemukakan Kabag Humas Gema Nusa Foundation, Irwan Thahir. Ia mengatakan berdasarkan temuan minyak jelantah yang beredar. GEMA NUSA Foundation meminta pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Walikota Makassar membuat kebijakan.

“Melakukan inspeksi mendadak terhadap pelaku-pelaku usaha yang ada di Makassar yang menghasilkan limbah minyak goreng bekas,” kata Irwan Thahir kepada Inikata.com (11/02/2017).

Selain itu, lanjutnya membuat kebijakan yang ditujukan kepada semua instansi Hotel, Café and Resto. Serta Industri Rumah Tangga dan Industri menengah besar yang dalam hal ini penghasil minyak bekas untuk mematuhi aturan olah limbah atau tidak menyerahkan minyak bekas tersebut ketangan yang tdak bertanggung jawab untuk didaur ulang.

Baca juga: Di Makassar Ada 250 Ribu Liter Minyak Bekas Beredar

“Meminta ketegasan walikota Makassar untuk menutup usaha para usaha jika terlibat dalam sindikat peredaran minyak bekas daur ulang di Kota Makassar,” lanjutnya.

Pemerintah Kota Makassar, kata dia dapat merancang strategi olah limbah minyak bekas yang ramah lingkungan. Karenanya, agar minyak bekas tersebut tidak untuk dikonsumsi oleh penduduk kota Makassar atau dibuang kelingkungan yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan.

Baca juga: Curi Minyak 10 Liter, Pria ini Babak Belur Dihajar Warga Pannampu

“Karena ini jelas sudah melanggar UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan hidup Pasal 58 ayat 1 dan Pasal 59 ayat 1. Seharusnya kita mesti duduk bersama pemerintah untuk mencari jalan keluar mengenai masalah tersebut,”tutupnya. (**)