Di Makassar Ada 250 Ribu Liter Minyak Bekas Beredar

11 Februari 2017 18:14
Yayasan Generasi Mandiri Nusantara Sejahtera saat menggelar jumpa Pers.

MAKASSAR, INIKATA.com – Sebanyak 250.000 liter minyak bekas (Minyak Jelantah) beredar di Kota Makassar. Minyak jelantah tersebut didaur ulang kemudian diedarkan kembali di pasar-pasar.

Hal tersebut berdasar pada temuan Yayasan Generasi Mandiri Nusantara Sejahtera (Gema Nusa Foundation). Menurutnya, dari hasil survei yang dilakukannya dibeberapa pasar tradisional seperti Pasar Daya dan Pasar Pa’baeng-baeng. Minyak jelantah atau minyak bekas sangat mudah ditemukan.

Seperti diketahui, minyak jelantah jika dikonsumsi dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker, hipertensi, stroke dan lainnya.

“Hasil survei itu menunjukkan 83 persen pedagang sembako adalah minyak daur ulang (minyak jelantah),” kata Kabag Humas Foundation, Irwan Tahir saat konferensi pers di Kedai Kita Jl. Landak Lama, Sabtu (11/02/2017).

Baca juga: Curi Minyak 10 Liter, Pria ini Babak Belur Dihajar Warga Pannampu

Menurutnya, Hotel, Cafe dan Resto serta Industri-industri Makanan di Makassar berkontribusi terhadap peredaran minyak jelantah.

“Seperti diketahui, Cafe, Hotel danIndustri Makanan tidak memiliki pembuangan minyak jelantah. Kami rasa ada oknum yang sengaja mengambil untung dengan menjual kembali minyak jelantah di pasar-pasar,” tambahnya.

Baca juga: Ibu Ini Mengaku Curi Minyak Telon Untuk Balitanya Yang Sakit

Hal ini, lanjutnya, melanggar UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. (**)