HPN, Pelindo IV Dukung Peran Media

10 Februari 2017 11:33
Jokowi didampingi Menhub Budi Karya Sumadi dan Dirut Pelindo IV Doso Agung disela-sela perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Ambon, Kamis (9/2/17). (Foto:ist)

AMBON,INIKATA.com – Hari Pers Nasional (HPN) telah menjadi agenda nasional yang setiap tahun dirayakan.

Perayaannya diselenggarakan setiap tanggal 9 Februari bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PWI, berdasarkan Keputusan Presiden RI No 5 tahun 1985 yang ditandatangani Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985.

Tahun ini, HPN yang menjadi ajang silahturahmi dan penyatuan pemikiran untuk kemajuan pers khususnya dan bangsa Indonesia umumnya, perayaannya dipusatkan di Kota Ambon, Maluku.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan terbesar dan paling bergengsi bagi komponen pers Indonesia.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dan salah satu agendanya adalah penyerahan bantuan 1.000 life jacket atau baju pelampung kepada insan pelayaran tradisional yang ada di Ambon.

Life jacket ini merupakan bantuan dari PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) yang bertujuan untuk turut berpartisipasi dalam menciptakan Keselamatan Pelayaran di kawasan perairan Maluku.

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan, sejak berdiri hingga saat ini PT Pelindo IV tercatat selalu mendukung kegiatan pers, baik lokal maupun nasional dengan berbagai informasi terkait perseroan. Hubungan kehumasan Pelindo IV dengan insan pers di semua wilayah kelolaan juga selalu berjalan harmonis.

Rerata, berita-berita yang diserap pers sebagai insan media adalah berita-berita terkait investasi. Dimana saat ini, berita investasi yang sedang mengemuka dari Pelindo IV adalah terkait Makassar New Port (MNP) dan sembilan pengembangan pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang menggunakan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai total Rp2 triliun.

Tahun ini, BUMN Kemaritiman ini memang tengah menggenjot sembilan proyek pengembangan pelabuhan yang masuk dalam anggaran PMN, yang telah dikucurkan pada akhir 2015 lalu.

Kepala Biro Perencanaan dan Strategi Perusahaan PT Pelindo IV, Dwi Rahmat Toto mengatakan, sembilan proyek PMN tersebut merupakan proyek pengembangan pelabuhan lanjutan dari tahun lalu.

Dia menyebutkan, sembilan proyek tersebut berada di Cabang Tarakan, Bitung, Kendari, Ambon, Ternate, Sorong, Jayapura, Manokwari dan di Cabang Merauke.

Di Kendari, Perseroan membangun Kendari New Port, seiring adanya pembangunan Jembatan Bahteramas yang juga mulai dibangun oleh pemerintah setempat dan membuat kapal-kapal besar sulit bersandar di pelabuhan eksisting.

Di pelabuhan baru Kendari ini, akan dibangun terminal baru, dermaga, trestle, tempat penumpukan kontainer atau Container Yard (CY) dan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Sementara itu di Cabang Tarakan, Pelindo IV juga membangun CY.

Di Ambon, Pelindo IV melakukan reklamasi pantai dan penguatan dermaga, sementara di PelabuhanTernate, dilakukan replacement dermaga atau mengganti dermaga yang sudah ada sepanjang 148 meter. Sedangkan di Sorong adalah penambahan panjang dermaga dan reklamasi untuk CY.

Untuk di Cabang Jayapura, Perseroan melakukan pembangunan dan replacement dermaga serta penambahan alat. Di Manokwari dan Merauke, masing-masing dilakukan penambahan dermaga dan juga alat.

Sementara itu di Pelabuhan Bitung, melalui alokasi anggaran PMN, Perseroan melakukan pembangunan dermaga yang dipenghujung 2016 lalu telah dilakukan pemancangan tiang pertama oleh Menteri BUMN Rini M. Soemarno. Juga pembangunan trestle dan CY.

Kesemuanya itu merupakan bukti nyata dan keseriusan yang sungguh-sungguh dari PT Pelindo IV yang mengelola 24 pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia (KTI), dalam memajukan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.

Lebih lanjut tentang Pelabuhan Bitung, tahun lalu juga sudah diberitakan bahwa Pelindo IV akan merehabilitasi Pelabuhan Bitung menggunakan anggaran PMN sebesar Rp365 miliar ditambah dengan dana internal perseroan senilai Rp141,50 miliar, sehingga total anggaran untuk pembangunan Pelabuhan Bitung sebesar Rp506,50 miliar.

Rehabilitasi Pelabuhan Bitung dilakukan dengan menambah dermaga sepanjang 250 meter dan mereklamasi CY seluas 5 hektare di pelabuhan yang terletak di ujung utara Pulau Sulawesi tersebut.

Dengan rehabilitasi itu, akan mendorong peningkatkan kapasitas lapangan penumpukkan dari yang eksisting saat ini sebanyak 300.000 TEUs per tahun, menjadi kurang lebih 700.000 TEUs per tahun.

Selain itu, dalam rangka menciptakan efisiensi logistik yang lebih baik di KTI, pada akhir 2015 lalu Perseroan juga telah melakukan direct call atau ekspor langsung dari Pelabuhan Makassar menuju China, Hongkong, Korea dan Jepang. Kebijakan tersebut [direct call] juga terus digenjot Pelindo IV, dari beberapa pelabuhan kelolaan.

Tujuan direct call adalah untuk menciptakan produk-produk dari KTI agar memiliki daya saing yang kuat di pasar mancanegara.

Pelabuhan Ambon sendiri juga diharapkan dapat menjadi tempat dilakukannya direct call untuk kawasan Maluku. Apalagi, pada dasarnya kebijakan ini umumnya didukung oleh seluruh pemerintah daerah, karena pada hakekatnya akan mengurangi biaya serta berkurangnya waktu tempuh barang untuk segera tiba di negara tujuan. (***)