PMI se-Sulsel Siagakan Ambulance di Sepanjang Jalur Mudik

18 Juni 2017 13:47
Bagan lokasi siaga ambulance yang disiapkan PMI se-Sulsel di Sepanjang Jalur Mudik. (Ist)

MAKASSAR, INIKATA. com – Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel tak ingin diam begitu saja menunggu permintaan pertolongan.

Organisasi kemanusiaan dan kebencanaan ini, memilih menyiagakan khusus relawan dan kendaraan ambulancenya di sepanjang jalur mudik lebaran tahun ini.

Di bawah kepemimpinan Ichsan Yasin Limpo (IYL) di Sulsel, PMI akan menempatkan masing-masing relawan di setiap posko siaga, guna mengantisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan selama arus mudik dan balik.

Bahkan, guna membantu masyarakat, terutama para pemudik, PMI Sulsel membagi nomor kontak relawan dan ambulance di masing-masing daerah jika nantinya ada yang membutuhkan pertolongan pertama.

“PMI masing-masing kabupaten/kota itu menyiagakan relawan dan ambulance untuk ikut mengawal mudik lebaran tahun ini,” kata Pengurus PMI Sulsel, Rahman Syah, Minggu (18/06/17).

Sebelumnya, Ketua PMI Sulsel Ichsan Yasin Limpo, melepas tim pos pertolongan pertama beserta armada ambulance yang bertugas di 36 posko di Sulsel selama arus mudik dan balik.

Tim yang berjumlah sekira 270 relawan kemanusiaan, terdiri dari tenaga dokter, paramedis, serta relawan PMI yang sudah terlatih dalam melakukan pertolongan pertama.

Sesuai arahan IYL, para relawan ini akan mulai bertugas di H-7 hingga H+7 di sejumlah tempat. Seperti di terminal transporasi darat, pelabuhan, tempat wisata, hingga wilayah-wilayah yang rawan terjadi kecelakaan.

Para relawan PMI itu akan bekerjasama dengan instansi lain di posko siaga. Seperti kepolisian, dinas kesehatan, dinas perhubungan, dan lainnya.

Di samping itu, PMI juga melakukan pelayanan pertolongan pertama bergerak (mobile), dengan menggunakan sepeda motor yang dilakukan di wilayah Takalar. Begitu juga di wilayah Maros menyiapkan personil dan ambulance 2 unit. Mengingat di kabupaten ini rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Bukan hanya itu, PMI memastikan menyiagakan Unit Transfusi Darah (UTD) selama 24 jam untuk kegiatan donor darah, dan permintaan kebutuhan darah. Diantaranya, Makassar, Parepare, Palopo, Wajo, Bone, serta Bulukumba.(**)