Penjelasan Kajari Parepare Terkait Dibebaskannya Iksan, Kasus Narkoba 1,6 Kg

16 Juni 2017 0:13
Penjelasan Kajari Parepare Terkait Dibebaskannya Iksan, Kasus Narkoba 1,6 Kg.

PAREPARE, INIKATA.com – Kepala Kejaksaan Negeri Parepare, Reskiana Ramayanti, angkat bicar soal dibebaskannya Iksan (16) dalam perkara narkoba 1,6 kilogram yang merupakan tersangkanya masih di bawah umur.

“Untuk perkara 1,6 kilo sabu dengan tersangka Muh Iksan itu sebenarnya fungsi dari pada criminal justice system (CJS) antara kejaksaan dengan kepolisian dan prosesnya sudah berjalan dengan baik. Ini dapat dibuktikan sebelum perkara itu menjadi berkas, kita sudah melakukan koordinasi bersama dengan pihak penyidik beberapa waktu lalu. Ssecara lisan kita sudah digambarkan oleh penyidik dan bahkan kasi pidum sudah menyampaikan kepada saya bahwa ada beberapa petunjuk yang kita minta supaya penyidik melengkapi,”urai Kajari Parepare, Reskiana Ramayanti, Kamis (15/6/2017), di ruang Kajari Parepare.

Reskiana menambahkan, terkait siapa saja yang terlibat dari perkara 1,6 narkoba ini, ada empat orang.

“Ada empat orang yang terlibat dari penyampaian lisan penyidik sebelumnya, yaitu Riri (Napi LP Nunukan), Syamsul (Ayah TSK iksan), Bombom, dan Andang, kemudian di dalam koordinasi secara lisan, kita minta keempat orang tersebut menjadi tersangka ataupun menjadi saksi dalam berkas perkara Iksan. Kemudian dari hasil koordinasi tersebut dengan berjalannya waktu penahanan sesuai UU Sistem Peradilan Anak, kami minta berkas dikirim secara resmi, dan setelah Jaksa meneliti berkas perkara tersebut, ternyata penyidik belum memenuhi petunjuk kami yang diberikan secara lisan pada saat koordinasi. Karena saat berkas perkara diteliti RIRI tidak di BAP dalam berkas perkara dan syamsul, Bombom, Andang dibuatkan DPO, jadi disini hanya ada satu tersangka, yaitu Iksan,”sebut Kajari Parepare ini.

Terkait tersangka yang masih di bawah umur ditetapkan sebagai tersangka sesuai berkas yang diterima pihak Kejari, jaksa peneliti (P-16) menyatakan berkas perkara belum lengkap dan hingga batas penahanan tersangka telah habis, akhirnya dibebaskan.

“Itu hari kan iksan tidak langsung ditangkap, tetapi barangnya dulu ditangkap, jadi di dalam berkas itu juga tidak ada kronolgis secara detail penangkapan tersangka. Jadi kami minta penyidik untuk melengkapi berkas tersebut, dan ternyata pada waktu kami mengeluarkan petunjuk (P19), berkas perkara tersebut kami kirim kembali ke penyidik, dan setelah kami teliti, ternyata ada beberapa petunjuk kami yang belum dilengkapi oleh penyidik. Sehingga berkas perkara tersangka Ikhsan kami kembalikan lagi ke penyidik dengan format surat biasa yang bunyinya bahwa penyidik belum memenuhi petunjuk kami yang pertama sehingga masa penahan iksan sudah habis karena tersangka merupakan anak di bawah umur, makanya penyidik lepaskan”ungkapnya.

Dengan begitu Reskiana mengapresiasi penyidik karena telah melaksanakan peraturan sesuai UU sistem peradilan anak.

“Sebab pertimbangannya, tersangka adalah anak di bawah umur, karena kalau tersangka tidak dilepaskan maka akan melanggar HAM. Jadi masa penahanannya sudah habis dalam jangka waktu penanganan penyidik 15 hari, dan karena berkas juga belum lengkap, makanya berkas perkara Ikhsan tidak dapat di P-21, olehnya itu tersangka harus dilepaskan demi hukum. Namun status Iksan masih tetap, berarti proses masih bisa dilanjutkan, jadi tidak ada masalah, ini hanya masalah penahan,” papar Reskiana.

Kajari Parepare, Reskiana Ramayanti, juga menganggap bahwa perkara 1,6 kg Sabu tersebut merupakan modus yang memanfaatkan anak di bawah umur sebagai kurir.

“Sebenarnya anak ini adalah kurir dari kasus ini, bapaknya ini mengambil barang tersebut diperbatasan malaysia, kami ingin kasus ini tuntas, bukan hanya ikhsan sebagai tersangkanya, karena sesuai dengan UU Sistem Peradilan Anak hukuman yg dijatuhkan terhadap anak hanya 1/2 dari hukuman orang dewasanya, hal seperti ini jangan sampai terjadi. Jadi kita harus tuntaskan sampai kepada pelaku utamanya, itu apabila petunjuk yang dikirim ke penyidik sudah terpenuhi,”tegas Reskiana.

Kajari Parepare, mengambil kesimpulan, Iksan ini dilepas berdasarkan aturan hukum.

“Jadi iksan ini lepas dari hukum, dalam artian kasus ini tidak berhenti, cuman masa penahanan anak ini sudah habis, perkara ini akan diproses kembali apabila petunjuk kami telah dipenuhi oleh penyidik. Ini kasus bukan sesempurna yang kita lihat, ini anak loh jadi kurir, tetapi ada sindikat dibalik ini, apa lagi ada napi di Nunukan yang menggerakkan ini yaitu si Riri,”tutup Reskiana Ramayanti. (**)