Harga Sembako di Sidrap Jelang Idul Fitri Masih Stabil

13 Juni 2017 16:56
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidrap Sudirman Bungi memimpin rapat khusus untuk mengantisipasi kenaikan harga sembilan bahan pokok atau Sembako selama Ramadan, Selasa (13/6/2017) di ruang rapat Sekda Sidrap, Kantor Gabungan SKPD Pemkab Sidrap.

SIDRAP, INIKATA.com — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidrap Sudirman Bungi memimpin rapat khusus untuk mengantisipasi kenaikan harga sembilan bahan pokok atau Sembako selama Ramadan, Selasa (13/6/2017) di ruang rapat Sekda Sidrap, Kantor Gabungan SKPD Pemkab Sidrap.

Rapat tersebut dihadiri Asisten II, Syarifuddin AS, Kepala Bagian Ekonomi Ambo Ela (leading sector), Kadis Perdagangan Wahyuddin, Kepala BPS Sidrap Misbahuddin, Kasub Divre Bulog Sidrap, Muh Taufik dan sejumlah distributor pangan se Sidrap.

Dalam rapat tersebut, Ketua tim pengendali inflasi daerah (TPID) Sidrap, yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Sidrap, Sudirman Bungi mengungkap, selama Ramadan dan menjelang lebaran Idul Fitri, tidak ditemukan adanya lonjakan dan harga masih tergolong stabil.

“Alhamdulillah tidak ada kenaikan jelang Idul Fitri. Harga Sembako cenderung stabil, kecuali tomat, tapi itu tidak berarti naiknya,” beber Sudirman Bungi.

Mantan Kepala Bappeda Sidrap ini juga memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat di Sidrap untuk tidak panik jelang lebaran Idul Fitri mendatang.

“Ya saya mengharapkan seluruh masyarakat untuk tidak panik. Karena memang harga bahan pokok di Sidrap cenderung stabil. Mulai dari minyak goreng, gas, beras, telur tak ada masalah hingga lebaran,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Sudirman Bungi juga menegaskan kepada seluruh stake holder ketataniagaan sembako, seperti pihak distributor, Bulog, BPS dan lain sebagainya untuk mengoptimalkan koordinasi dengan Pemkab Sidrap untuk mencegah terjadinya lonjakan harga.

Jika dalam perjalanannya nanti ada indikasi kenaikan harga sembako di Sidrap, ujar Sudirman, maka Pemkab Sidrap akan meminta pihak terkait termasuk distributor untuk melakukan hal-hal yang mesti dilakukan termasuk operasi pasar atau pasar murah, dan lain sebagainya.

Sementara itu Kabag Ekonomi Sidap Ambo Ela mengatakan Bedasarkan statistik inflasi Sidrap sangat rendah hanya 0.05 persen. “Menurut Kepala BPS inflasi Sidrap 0,05 persen. Ini iklim sangat baik padahal biasanya kalau Ramadan itu inflasi naik drastis,” jelas mantan kabag Humas ini.

Sekadar diketahui, harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Sidrap masih stabil. Contoh gas elpiji masih berkisar Rp14 ribu hingga Rp16 ribu, telur ras dari harga telur Rp1.100 per butir hingga Rp1.200 per butir dan lain sebagainya. (**)