“JK” Serahkan Bantuan Kepada Penderita TB dan Nenek Sebatang Kara di Gubuk Reok

30 Mei 2017 17:50
"JK" Serahkan Bantuan Kepada Penderita TB dan Nenek Sebatang Kara di Gubuk Reok

MAKASSAR, INIKATA.com – Jaringan Kemanusian (JK) dan Knowledge Interpreneur Research (KER) menggelar penggalangan dana di Jalan A.P Pettarani Makassar selama dua hari  yang dilakukan dimulai pada tanggal 23 hingga 24 Mei 2017 yang lalu.

Hasil dari penggalangan dana yang dilakukan oleh Jaringan Kemanusian (JK) dan Knowledge Interpreneur Research (KER) diperuntukkan oleh Pak Saha (Tukang Parkir Penderiat TB asal Makassar) dan Nenek Pati (Nenek yang tinggal sebatang Kara digubuk Reok Asal Kabupaten Pangkep) dan adik imam ( anak dari keluarga miskin penderita lumpuh sejak lahir asal Kabupatan Bantaeng.

Koordinator Jaringan Kemanusiaan (JK), Muhammad Ramli mengatakan, Bantuan itu telah diserahkan kepada pak saha asal Makassar dan Nenek Pati asal pangkep dengan Jumlah Donasi masing-masing Sebesar Rp.1.037.200.

Gubuk Reok Pangkep 1“Kita telah serahkan bantuan untuk pak Saha kemarin Lansung diterima oleh Beliau di rumah sakit balai paru Makassar, hari ini kita juga telah serahkan untuk nenek Pati Dipangkep disaksikan oleh BRIPKA Wahyudin selaku bhabinkamtibmas Polsek Ma’rang pangkep dan para warga,” Kata Muhammad Ramli, Kepada Inikata.com, Senin (30/5/2017) sore.

Ramli juga mengucapkan banyak terimakasih kepada para Pengurus, anggota Komunitas KER serta relawan Jaringan Kemanusiaan dan semua pengguna jalan AP Pettarani Makassar atas partisipasi dan keringanan tangan nya dalam membantu nenek Pati, pak Saha dan adik imam.

” Terimakasih atas partisipasi semua pihak dari kawan-kawan KER, relawan Jaringan Kemanusiaan dan pengguna jalan AP Pettarani, semoga apa yang kita lakukan Mampu meringankan beban dan penderitaan mereka,” Ucapnya.

Sementara itu, Kordinator Aksi Empati Kemanusian, Irfan Samsir mengungkapkan, bahwa pihaknya akan menunggu waktu untuk berkunjung ke Kabupaten Bantaeng untuk serahkan bantuan Kepada anak dari keluarga miskin penderita lumpuh sejak lahir yang berasal dari Kabupaten Bantaeng.

” kami tinggal menunggu waktu untuk kesempatan berikutnya agar bisa ke Bantaeng untuk menyerahkan bantuan untuk adik imam,” katanya.(**)