Tetapkan Tersangka Tanpa Penyelidikan, Kapolres Tana Toraja Siap Diprapradilankan

28 Mei 2017 16:02
Frans Lading. SH. MH. (Ist)

MAKASSAR, INIKATA.com – Salah seorang warga Toraja Utara, Sartika Aman yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencurian terjadi beberapa waktu lalu, akan menggelar sidang Prapradilan, Senin (29/5/2017) besok.

Sartika Aman melalui Penasehat Hukum (PH) Frans Lading. SH. MH saat ditemui IniKata.com di bilangan Jalan Bolevard, Kecamatan Panakukang, Sabtu (27/5/2017) kemarin mengatakan, dalam penetapan tersangka oleh kliennya itu dinilai ganjal.

“Besok sidang Prapradilan akan dimulai di Pengadilan Negeri (PN) Tana Toraja kepada Kapolres Tana Toraja, kami juga akan menghadirkan saksi ahli hukum acara pidana,” kata Frans Lading SH MH, Minggu (28/5/2017).

Menurut Frans, Sartika Aman yang ditetapkan selaku tersangka tanpa ada bukti maupun penyelidikan terlebih dahulu, bahkan pihak penyidik tidak menjelaskan secara cermat, jelas, dan lengkap mengenai tindak pidana yang disangkakan terhadap kliennya tersebut.

Karena itu, lanjut pengurus Pradi Pusat ini menambahkan, dalam penetapan itu, pihak penyidik hanya menyebutkan Sartika Aman melakukan perbuatan menganjurkan pencurian, namun tidak jelas dan cermat menerankan siapa yang dianjurkan atau dibujuk oleh Sartika Aman untuk nelakukan tindak pidana pencurian.

Ironisnya, atas tuduhan yang disangkakan kepada Sartika Aman, menajdi sebuah tanda tanya besar, Frans menjelaskan, awalnya dalam kasus pencurian itu polisi menetapkan satu orang tersangka tunggal, Hartiati dan berkasnya sudah dilimpahkan di Kejaksaan Negeri Tana Toraja dan saat ini sedang beproses persidangan di pengadilan dalam tahap penuntutan.

“Jika ada fakta persidangan yang mengarah ke klien kami, hakim tentu meminta jaksa penuntut umum (JPU) melakukan pengembangan fakta turut serta,” jelasnya.

Tetapi, bebernya, saat dalam tahap penuntutan itu penyidik menetapkan status tersangka terhadap kliennya.

“Tiba-tiba saja, penyidik Polres menetapkan klien saya sebagai tersangka yang disangkakan melakukan perbuatan menganjurkan pencurian. Padahal, penyidik sebelumnya hanya meminta keterangan klien saya ( Sartika Aman, red) sebagai saksi terhadap tersangka Hartiati,” bebernya.

Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, menjelaskan, itu biasa dalam sistem peradilan, di mana tersangka mempunyai hak untuk praperadilkan penyidik.

“Nanti laporan tersebut akan diuji oleh hakim praperadilan,” ujar Kombes Pol Dicky Sondani sesaat lalu.