Safari Ramadhan, Pemda Bulukumba Sebar 45 Muballiq

24 Mei 2017 17:01
Safari Ramadhan, Pemda Bulukumba Sebar 45 Muballiq. (ist)

BULUKUMBA, INIKATA.com – Bulan ramadhan 1438 Hijriah akan segera tiba. Untuk menyambut dan mengisi bulan suci ramadhan, pihak Pemerintah Kabupaten Bulukumba kembali akan menggelar Safari Ramadhan yang memang rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

Rencananya sebanyak 45 Muballiq akan disebar ke masjid-masjid desa untuk memberikan ceramah tarwih. Seperti biasa Safari Ramadhan dibagi dua tim, tim 1 dipimpin Bupati Bulukumba dan tim 2 dipimpin Wakil Bupati Bulukumba, sehingga ke 45 muballiq pun juga dibagi dua.

Menurut Kepala Bagian Kesra Hj Umrah Aswani, pelaksanaan Safari Ramadhan akan dimulai pada hari Rabu 31 Mei 2017 yang dilaksanakan selama 5 hari atau berakhir pada tanggal 4 Juni 2017.

Pemkab Bulukumba 01 2Lebih lanjut Umrah mengharapkan setiap OPD atau unit kerja bertanggungjawab mengurus 1 muballiq dalam hal ini menjemput dan mengantar muballiq tersebut ke lokasi masjid tempat mereka berceramah.

“Diharapkan para kepala OPD mendampingi Bupati atau Wakil Bupati sesuai dengan SK yang telah dibuat, dan menugaskan pejabat eselon III nya untuk mengurus muballiqnya,” imbuh Umrah Aswani pada rapat persiapan pelaksanaan Safari Ramadhan di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu (24/5/2017)

Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah A.B. Amal tersebut juga membahas mengenai topik apa yang sebaiknya disampaikan oleh para muballiq. A.B. Amal mengharapkan materi ceramah tarwih yang sebaiknya disampaikan adalah tentang nilai-nilai nasionalisme, persatuan dan kesatuan, serta bahaya narkoba.

“Pemerintah senantiasa mendukung upaya jajaran Polres Bulukumba dalam memberantas narkoba, jadi ini juga penting kita kawal terus karena sudah ada trend penurunan yang sebelumnya Bulukumba menempati urutan ke 2 se Sulsel dalam penggunaan narkoba,” ujar Sekda A.B. Amal

Selain itu, tambah A.B. Amal, hal lain yang perlu juga menjadi perhatian untuk disampaikan di masyarakat adalah bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak karena di media sosial masyarakat mudah sekali termakan berita hoaks dan informasi-informasi yang menebar kebencian.(**)