Kemenkumham Dalami Peran Delapan Sipir Terkait Tiga Napi Kabur

19 Mei 2017 23:31
Ilustrasi. (Foto: ist)

MAKASSAR, INIKATA.com – Sebanyak delapan Sipir Lapas Kelas 1A Gunung Sari Makassar masih menjalani pemeriksaan oleh Tim yang dibentuk oleh Kementrian Hukum dan HAM. Mereka terperiksa diduga adanya unsur keterlibatan dan kelalaian terkait kaburnya tiga narapidana (Napi) tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulsel, Sahabuddin Kilkoda, menjelaskan sementara ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan delapan orang Sipir Lapas, sebab, pihaknya tidak terlibat dalam Tim yang dibentuk langsung Kementerian.

“Masih ada di tangan tim dari pusat dan kami belum juga menerima hasilnya,” ucap Sahabuddin Kilkoda, Jumat (19/5/2017).

Kejadian itu terjadi pada Minggu (7/5/2017) dinihari lalu. Saat itu delapan Sipir tersebut yang mendapatkan tugas jaga, kata Sahabuddin, Jika dikemudian hari ditemukan adanya unsur kelalaian maupun keterlibatan delapan Sipir dipastikan akan ada sanksi tegas menanti.

“Sanksinya itu jika terlibat atau lalai akan tugasnya maka pemberhentian atau pengusutan sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sementara Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sulsel Jauhar Fardin, menyebutkan delapan orang Sipir yang terperiksa itu tidak terlibat didalamnya, melainkan tiga orang Nara Pidana (Napi) tersebut murni rencana mereka dan telah direncanakan.

“Hasilnya belum Finis karena hasil pemeriksaan tim dari pusat belum ada, tapi di internal mereka tidak terlibat,” jelasnya.

Jauhar menjelaskan, Lapas Klas I Makassar saat ini kurang layak jika dibandingkan dengan standar terbaru. Lapas tersebut dianggap sangat minim dari segi kapasistas penampungan, serta fasilitas keamanan untuk mengawasi para narapidana.

Sekedar diketahui Lapas seharusnya berkapasitas 740 orang. Namun saat ini jumlah penghuni mencapai 1.133. Rasio petugas penjaga mencapai 1:100, jauh di atas standar seharusnya 1:20. Adapun konstruksi bangunan juga mesti ditambah sejumlah pagar pengaman tambahan lainnya. (**)