FIK ORNOP: Kawasan Reklamasi Merampas Ruang Publik

18 Mei 2017 14:56
launching hasil eksaminasi yang digelar Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel di salah satu warkop di Jalan Topaz Raya, Kecamatan Panakkukang, Kamis,(18/5/17). (yudha/inikata)

MAKASSAR, INIKATA.com – Direktur Forum Informasi dan Komunikasi (FIK) Organisasi Non Pemerintahan (Ornop) Asram Jaya mengatakan, kawasan reklamasi Center Poin of Indonesia (CPI) yang diijinkan oleh pemerintah terkesan merampok ruang publik yang ada.

“Kawasan reklamasi tersebut terkesan merampok ruang publik atau ‘Space Robbery’. Dimana kawasan yang dijadikan tempat bisnis tersebut seakan diprivatisasi oleh konstalasi dan elit politik tertentu,”kata Asram dalam launching hasil eksaminasi yang digelar Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel di salah satu warkop di Jalan Topaz Raya, Kecamatan Panakkukang, Kamis,(18/5/17).

Kawasan reklamasi kawasan CPI, jelasnya sudah terang benderang melakukan perubahan konsep keadilan. Dalam pemberian kebijakan ijin membangun terdapat keberpihakan yang mencaplok lokasi nelayan dalam mencari mata pencahariannya.

“Dengan adanya Reklamasi sudah jelas menhadirkan perubahan konsep. diantaranya konsep keadilan, distribusi ruang yang tidak adil, belum lagi di liat dari sisi ekologis,”jelasnya.

Lanjutnya, selain melakukan pencaplokan terhadap nelayan, kekuasaan administrasi pemerintah yang senang tiasa menjadikan kawasan private di kawasan reklamasi.

“Dengan hadirnya reklamasi hanya menciptakan eksklusifisme, ruang yang begitu eksklusif dengan adanya kelompok marjinal yang ada disampingnya, “bebernya. (**)