Lomba Desa Tingkat Provinsi, Kades Balangpesoang Optimistis Juara 1

16 Mei 2017 17:20
Lomba Desa Tingkat Provinsi, Kades Balangpesoang Optimis Juara 1

MAKASSAR, INIKATA.com – Tim penilai lomba desa tingkat Provinsi Sulawesi Selatan mengunjungi Desa Balangpesoang Kecamatan Bulukumpa. Tahun 2017 ini Balangpesoang mewakili Bulukumba dalam penilaian lomba desa tingkat provinsi.

Kepala Desa Balangpesoang Ahdiar optimis desanya bisa menjuarai lomba ini untuk selanjutnya dapat mewakili Sulawesi Selatan pada lomba tingkat nasional.

“Kami telah melakukan berbagai upaya dan persiapan, harapan masyarakat Balangpesoang dapat juara dan bisa mewakili Sulawesi Selatan” imbuh Ahdiar saat memberikan sambutan pada penerimaan tim penilai provinsi di aula Kantor Desa Balangpesoang, Selasa (16/5/2017)

Dikatakannya Balangpesoang adalah desa yang memiliki potensi sumber daya alam yang bagus, penghasil berbagai tanaman perkebunan seperti durian, langsat, mangga, lada dan cengkeh. Sejarah Balangpesoang, lanjut Ahdiar merupakan daerah jalur perdagangan antara Bulukumba dan Sinjai.

“Balang artinya rawa dan Pesoang berarti tempat peristirahatan, dulu disini tempat beristirahatnya para pedagang yang menggunakan kuda dari Bulukumba ke Sinjai atau sebaliknya. Makanya Balangpesoang terkenal dengan pasar buahnya” ujar Ahdiar.

Terkait layanan pemerintahan, Ahdiar mengungkapkan bahwa saat ini tidak ada lagi warga desanya yang tidak memiliki dokumen kependudukan seperti KTP maupun akte kelahiran.

Ketua tim penilai yang juga Kepala Dinas Pemerintahan Desa Provinsi Mustari Soba mengatakan penilaian ini berdasarkan Permendagri nomor 81 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan. Menurutnya ada 3 bidang penilaian yang dilakukan secara berjenjang yaitu bidang pemerintahan, pelayanan dan kemasyarakatan dengan 19 indikator.

“Yang paling penting dalam lomba seperti ini adalah bagaimana desa melakukan inovasi, istilahnya ada ciri khas desa atau One Village One Product” ujar Mustari yang juga putra Bulukumba dari Kecamatan Bontotiro.

Lebih lanjut Mustari Soba menyebut yang dinilai adalah hasil dari perkembangan desa dua tahun terakhir yakni 2015 dan 2016. Adapun target sasaran yang harus dilakukan desa pada tahun 2017 ini ada 4 yakni, bagaimana produk desa dapat dikemas atau dipacking dengan bagus. Yang kedua desa harus membuat sarana olahraga, ketiga desa sudah punya aktivitas BUMDES. Dan yang keempat adalah desa harus memiliki waduk atau embun untuk mengantisipasi musim kemarau.

Adapun Bupati AM Sukri Sappewali berharap tim yang datang tidak saja memberikan penilaian tapi memberikan masukan dan saran untuk perkembangan desa. Dikatakannya enam tahun periode kepala desa harus betul-betul bisa nampak pembangunannya.

Makanya lanjut AM Sukri, sekarang ini anggaran desa sudah mencapai rata-rata 1,5 milyar rupiah per desa. Dengan harapan para kepala desa dapat mengakselerasi pembangunan atau dapat mencapai visi misinya.

“Untuk mengakselerasi pembangunan di desa, Gubernur Sulsel juga telah menyiapkan kredit lunak sebesar 200 milyar lebih untuk menumbuhkan dan memajukan BUMDES di Sulawesi Selatan sebagai salah satu ujung tombak pembangunan masyarakat” tutur purnawirawan TNI ini.

Nampak hadir dalam acara penyambutan tim penilai lomba desa ini yakni Ketua DPRD Andi Hamzah Pangki, Dandim 1411 Letkol ARM Sutikno, para kepala OPD, camat dan kepala desa.(**)