Perambahan Hutan di Lutim Kian Meluas, Gubernur LIRA Sulsel Geram

8 Mei 2017 21:41
Kondisi hutan di Luwu Timur. (Foto: IST)

MAKASSAR, INIKATA.com – LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Sulsel menerima laporan dari berbagai masyarakat terkait perambahan hutan di Luwu Timur yang sudah semakin meresahkan.

Dengan begitu, Gubernur LIRA Sulsel Ryan Latief mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim untuk segera bertindak menyikapi hal ini.

“Perambahan hutan di Luwu Timur terus meningkat seakan aparat penegak hukum dan Pemkab diam membisu. Beberapa hari lalu hujan yang intensitasnya belum cukup tinggi namun sudah meluap. Kita khawatirkan musibah banjir bandang akan menimpa kabupaten Luwu Timur, Kecamatan Towoti. Apabila hutan hutan sudah gundul karena masyarakat sekitar membuka lahan perkebunan tanpa mengikuti aturan. Aparat dan pemkab diam membisu, ada apa ini,” tegas Ryan Latief.

IMG-20170508-WA0061

Ryan mengungkapkan beberapa masyarakat sudah mengeluh dan melaporkan hal ini kepada LIRA Sulsel.

“Dari laporan ini kami meminta agar ada tindakan tegas dari pemerintah Provinsi Sulsel dan pihak Polda Sulsel,” harap Ryan, yang juga Ketua Pertina Sulsel ini.

Selain itu, Ryan Latief juga membeberkan jika terjadinya perambahan hutan ini di area Lutim ini berada di area kontrak karya PT Vale.

“Perambahan hutan ini ada di area kerja PT Vale dan saya kira PT Vale lah yang menjaga sebagai pencegahan dan harus didukung oleh pemerintah Lutim dan pihak kepolisian untuk melakukan penindakan. PT Vale tidak boleh membiarkan lahan konsesinya dirusak atau diduduki, dikuasai oleh pihak lain,” beber Ryan.

IMG-20170508-WA0060

Terkait pelaporan ke pihak berwajib, Ryan menerangkan dari informasi yang didapatkan LIRA Sulsel jika PT Vale sudah melaporkan hal ini ke pihak berwajib.

“Ini tidak boleh tebang pilih dalam melakukan pelaporan ke polisi, kalau laporan PT Vale selama ini tidak pernah digubris oleh Polres Lutim maka perlu ada eskalasi ke Polda untuk menjaga kelestarian lingkungan demi anak cucu kita,” tutup Ryan. (**)