Begini Peran Pelaku Curanmor Lintas Kabupaten Hingga Ke Selayar Jual Motor

6 Mei 2017 8:55
Ilustrasi Curanmor

MAKASSAR, INIKATA.com – Sebanyak 31 unit sepeda motor dengan jaringan empat tersangka berhasil dibongkar Polres Kepulauan Selayar. Masing-Masing pelaku berinisial AW, AA, DE dan RA.

Keempat tersangka tersebut merupakan warga Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Dimana mereka kerap beraksi Curanmor di lintas Kabupaten, diantaranya Kabupaten Gowa, kota Makassar, Kabupaten Maros dan Kabupaten Selayar.

Hal tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polres Selayar, Ajun Komisaris Polisi Hary. Hery menjelaskan, pelaku utama adalah AW (25), dimana AW selama menjalankan aksi Curanmor di wilayah Makassar, hasilnya 50 unit roda dua sudah dipetiknya.

“Awalnya ia kembali ke Selayar dengan membawa Motor hasil Curiannya, kemudian mencari sendiri pembeli untuk menjual kendaraan dengan harga 2 sampai 4 Juta rupiah perunit,” kata AKP Hery kepada IniKata.com saaat dihubungi, Sabtu (6/5/2017).

Dengan modal yang ada, kata Hery, tersangka kemudian mencari Jaringan di setiap desa dan pulau yang ada di Kabupaten Selayar dengan mengiming-iming calon pelaku berupa uang banyak.

“Usai mengajak orang, awalnya mereka dijadikan Joki untuk mengantar kendaraan curian dari Makasar ke Selayar. Setelah beberapa kali menjadi Joki, status mereka naik menjadi Pemetik,” jelasnya.

Selain empat orang warga Selayar yang telah menjadi tersangka kasus pencurian sepeda motor (Curanmor). Pihak Polres Kepulauan Selayar juga masih melakukan pengejaran terhadap 12 pelaku lainnya.

“Kita masih kejar jaringan lainnya, mereka sudah diketahui berjumlah 12 orang dengan peran Pemetik, Joki maupun sebagai penadah hasil curian,” ungkapnya lagi.

Tak sampai disitu saja, setelah menjual hasil curian kepada orang lain, tersangka AW kembali beraksi dengan melakukan pencurian motor yang telah dijualnya.

AW sempat berpikir, jika motor hasil curian itu dicurinya lagi, pihak pembeli tidak melaporkan ke pihak berwajib, sebab, motor tersebut tidak dilengkapi surat-surat kepemilikan.

“Modus lain dilakukan Komplotan ini adalah menjual kendaraan beberapa kali, caranya mereka kembali mengincar kendaraan hasil curian yang telah dijual. Hal ini mereka pastikan bahwa korban tidak akan melapor ke Polisi mengingat Korban tidak memiliki bukti kepemilikan kendaraan yang Sah, kemudian kendaraan curian tersebut mereka jual diluar Kabupaten Selayar,” tutupnya.(**)