Sopir Damkar Ingin Ditahan, Ini Reaksi Kadis Damkar Makassar

5 Mei 2017 22:36
Kebakaran yang terjadi di Perintis Kemerdekaan Makassar. Dalam peristiwa ini satu uni damkar mengalami kecelakaan.

MAKASSAR, INIKATA.com – Kepala Dinas Damkar kota Makassar, Imran Samad menolak keras jika anggotanya akan ditahan oleh pihak kepolisian terkait kecelakaan antara mobil Pemadam dan angkutan umum.

Kecelakaan itu terjadi sewaktu Damkar hendak menuju ke Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea.

“Saya menolak anggota Damkar dibawa oleh anggota Lantas Polrestabes Makassar tanpa surat penahanan,” kata Imran Samad, Jumat (5/5/2017) di balik selulernya.

Dijelaskannya, anggota Damkar yang akan dibawa oleh oknum polisi tersebut merupakan pengemudi mobil Damkar. Bahkan pihak Damkar sendiri mendapat ancaman dari pihak oknum Polisi jika akan melakukan penjemputan paksa.

Oleh karena itu, tugas Damkar telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 134 Poin a. UU itu berbunyi keselamatan orang banyak.

“Setiap melaksanakan tugas para anggota, semuanya sudah sesuai SOP. Mobil pemadam membunyikan sirine, dan jelas terlihat oleh anggota bahwa mobil pete-pete itu tidak berhenti mendengar sirine damkar, dia tetap ngotot melaju dengan cara melambung mobil didepannya,” jelas Imran.

Lebih lanjut, kata Saudara mantan ketua KPK ini, dirinya secara langsung menjamin setiap anggotanya tidak akan melarikan diri apabila berbuat kesalahan.

“Katanya mau dijemput paksa karena jangan sampai melarikan diri, kita jamin kok dia tidak melarikan diri,” tutupnya. (**)