MTI: Pergub Taksi Online Harus Segera Dibahas

5 Mei 2017 18:00
Logo Pemprov Sulsel

MAKASSAR, INIKATA.com – Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulsel, Lambang Basri memdesak kepada Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo agar secepatnya menerbitkan sekaligus membahas persoalan regulasi tarif dan kuota taksi online yang ada di Makassar.

“Pemerintah pusat dalam hal ini Provinsi Sulsel di anggap terlalu leha dengan membiarkannya bisnis taksi online tersebut tumbuh. Hal tersebut mengakibatkan dampak yang begitu besar bagi pengguna taksi konvesional,”kata Lambang, Jumat, (5/5/2017).

Otoritas pemerintah setempat sudah sewajarnya dalam menerbitkan aturan khusus sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

“Dengan tidak adanya aturan yang mengatur secara teknis,diyakini bisnis taksi online terus merajalela tanpa terkendali,”bebernya.

Menurutnya, adanya regulasi tentang penentuan tarif serta kuota taksi online sangatlah penting untuk ditetapkan secepatnya. Jika pemerintah ingin angkutan konvensional tetap bertahan. Bila didiamkan, dikhawatirkan angkutan konvensional perlahan mati karena tidak mampu bersaing dengan tawaran murah taksi online.

“Angkutan konvensional telah kewalahan lantaran pendapatan yang diperolehnya
berkurang signifikan antar 20 hingga 50 persen. Berbeda dengan di Jawa malah lebih mahal lagi tarif angkutan online dibandingkan konvensional,”tegasnya.

Sementara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam kurun waktu dua minggu terakhir ini telah melakukan upaya untuk menentukan waktu pembahasan lantaran padatnya agenda kantor yang harus diselesaikan.

“Saya sudah beberapa minggu ini hanya sebentar di kantor dan dalam waktu dekat ini akan membahas persoalan tersebut,”tambahnya.

Tak ingin kecolongan, jelas Sahrul dirinya telah membentuk tim untuk merumuskan persoalan tersebut. Dan telah melakukan kordinasi dengan aparat setempat agar tidak ada lagi membangun konflik yanh dinilai besar.

“Saya sudah komunikasi dengan jajarang Polrestabes untuk hal tersebut, dan kami berharap agar tidak terjadi lagi konflik besar dikemudian hari,”tukasnya.