Siapa Keluarga I Made Anom yang Tewas Bunuh Diri di Halte Alauddin?

2 Mei 2017 8:52
Sosok pria yang ditemukan tak bernyawa di Halte Jalan Sultan Alauddin bernama I Made Anom pada Minggu dinihari (30/4/2017) lalu hingga saat ini masih berada di ruang jenazah RS Bhayangkara Makassar, Jalan Mappaoddang.( afri/inikata)

 MAKASSAR,INIKATA.com – Sosok pria yang ditemukan tak bernyawa di Halte Jalan Sultan Alauddin bernama I Made Anom pada Minggu dinihari (30/4/2017) lalu hingga saat ini masih berada di ruang jenazah RS Bhayangkara Makassar, Jalan Mappaoddang.

Korban bunuh diri dengan cara menggantungkan dirinya menggunakan sehelai kain ini tak memiliki sanak keluarga, lantaran sampai saat ini I Made Anom belum diambil untuk pemakaman.

Olehnya itu, Biddokes Polda Sulsel belum melakukan otopsi, sebab harus ada persetujuan pihak keluarga sendiri.

Menurut keterangan Dokter RS Bhayangkara Makassar, Anita menyebutkan, korban bunuh diri di Halte Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate itu masih berada di ruang jenazah.

“Belum ada keluarganya yang ambil. Sementara ini kita juga belum lakukan otopsi karena harus ada terlebih dahulu persetujuan keluarganya,” kata Anita.

Meski belum dilakukan otopsi dan penjemputan jenazah di RS Bhayangkara, ada hal aneh dalam kasus bunuh diri, dimana I Made Anom sebelum ditemukan gantung diri sempat menuliskan sebuah surat yang ditujukan kepada empat orang anaknya di Desa Tondo, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

“Kita masih lakukan penyelidikan motif bunuh diri korban, tapi sebelumnya kami temukan sebuah surat,” kata Kapolsek Tamalate, Kompol Amrin AT, Selasa (2/5/2017).

Dijelaskannya, pihak Polsek Tamalate sendiri masih menduga I Made Anom tewas bunuh diri karena depresi.

Dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh pihak RS Bhayangkara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh I Made Anom.(**)