Berkas Empat Tersangka Kasus Korupsi Laboratorium FT UNM Resmi Dilimpahkan

25 April 2017 19:12
Ilustrasi hukum

MAKASSAR, INIKATA.com – Empat berkas perkara tersangka kasus korupsi Laboratorium Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) resmi dilimphakan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, Selasa (25/4/2017).

Sebelumnya Berkas tahap pertama yang diserahkan penyidik polda sulsel memang ditolak oleh Kejaksaan olehnya itu Kejaksaan memberikan kesempatan kepada penyidik untuk melengkapi kekurangan berkas.

Berkas yang diserahkan itu, milik tersangka Direktur Utama PT Jasa Bhakti Nusantara berinial (ER) Dosen Fakultas Tehnik UNM (JA), Pejabat Pembuat Komitmen (ML) dan Konsultan Manajemen Konstruksi (SA)

Penetapan empat tersangka sesuai hasil penyelidikan penyidik Polda Sulsel bahwa Penyidik menemukan proyek yang menghabiskan anggaran puluhan miliar itu tidak sesuai dengan spesifikasi.

Pembangunan proyek Lab tidak sesuai dengan perencanaan atau kontrak yang telah mereka sepakati antara PT Jasa Bhakti Nusantara dengan pihak UNM. Pembangunan yang seharunya menyelesaikan empat lantai di Blok, justru tidak selesai pada tahun anggaran akhir Desember 2015.

Sementara dalam perjanjian juga dijelaskan bahwa pengerjaan harus dimulai paling lambat sehari setelah SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) diterbitkan. Apabilah PT tersebut tidak mampu menyelesaikan dengan batas waktu yang ditentukan, maka akan dikenakan denda.

Selain itu, pembayaran tidak sesuai dengan progres pekerjaan. Pembayaran prestasi kepada PT Jasa Bhakti selaku kontraktor diserahkan secara lunas atau secara 100 persen pada 21 Desember 2015, meskipun pembangunan belum selesai.

Padahal dalam perjanjianya telah mereka sepakati, pembayaran pertama dan kedua bisa dilakukan pihak pertama ke pihak kedua sebesar 25 persen atau Rp 8,738 miliar ketika bobot pekerjaaan mencapai 30 persen.

Sementara pembayaran ketiga atau terakhir bisa dilakukan sebesar 45 persen atau Rp 15,729 miliar ketika bobot mencapai 100 persen. Sedangkan sisa pembayaran 5 persen atau Rp 1,747 miliar merupakan retensi akan dibayarkan setelah pihak kedua menyerahkan berita acara serah terima kedua.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulselbar, Salahuddin mengatakan, sementara ini penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel telah melimpahkan empat berkas perkara tersangka korupsi.

Dimana sebelumnya kasus tipikor Lab UNM telah dikembalikan oleh pihak kejati, sebab berkas perkara tersebut belum dilengkapi, meliputi syarat materil, dan syarat formil, karena apa yang menjadi kekurangan dari jaksa peneliti terkait petunjuk harus dilengkapi.

“Ini pelimpahan yang kedua kalinya setelah beberapa waktu yang lalu pihak Jaksa peneliti kejati mengembalikan berkas karena dianggap masih ada yang kurang,” ujar.

Salahuddin juga menjelaskan, bahwa pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih dalam melalui Jaksa Peneliti terkait berkas yang akan diperiksa apakah masih ada kekurangan dalam pemberkasan. Meskipun berkas sudah terpenuhi, apa yang disertai dengan petunjuk jaksa peneliti tentang kekurangan. Kalau pun kurang Jaksa Peneliti akan tetap mengembalikannya.

“Jaksa kembali meneliti, kalau ada kekurangan, akan dikembalikan lagi, kalau sudah memenuhi dari segi alat bukti, dan administrasi, jaksa pasti sudah siap tahap 2,” beber Salahuddin saat ditemui di Kantor Kejati.

Sementara itu Wakil Direktur ACC, Kadir Wokonubun mengatakan pelimpahan berkas kasus dugaan korupsi Lab UNM yang menyeret empat nama sengaja di ulur-ulur agar pihak petinggi dari UNM tidak diumbar.

“kami menilai kasus ini sejak awal sengaja di kanalisasi oleh polda untuk tidak menyeret pihak-pihak yang terlibat, seperti ada KPA (Kuasa Pengguna Anggaran), Penerima barang (Dekan Teknik) waktu itu,” ungkapnya.