Bulukumba Urutan 11 Nasional Kinerja Tertinggi

25 April 2017 18:27
Bulukumba Urutan 11 Nasional Kinerja Tertinggi

MAKASSAR, INIKATA.com – Kinerja Pemerintah Kabupaten Bulukumba mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Atas hasil kinerja penyelenggaraan pemerintahan tersebut, Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo memberikan penghargaan kepada Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali bersama dengan 15 pemerintah kabupaten lainnya.

Bupati AM Sukri Sappewali hadir menerima plakat dan piagam penghargaan tersebut dari Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto pada puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXI yang dilaksanakan di Alun-Alun Sidoarjo Provinsi Jawa Timur, Selasa (25/4/2017)

Kabupaten Bulukumba sendiri menempati urutan 11 secara nasional sebagai Pemkab yang berkinerja tertinggi. Sedangkan di Sulsel berada diurutan ke 2 setelah Kabupaten Pinrang (urut 5 nasional) , menyusul Kabupaten Sidrap diurutan ke 3 (urut 14 nasional)

Pada momentum Hari Otda tersebut penghargaan kepada Pemkab dan Pemkot dipisah. Kota Makassar menempati urutan pertama nasional dan Kota Parepare menempati urutan ke 14. Penghargaan kepada Pemkab dan Pemkot ini didasarkan atas capaian dari Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang telah dievaluasi oleh Kemendagri.

AM Sukri Sappewali menyebut penghargaan Pemkab berkinerja tertinggi ini, merupakan wujud kerja keras dan kerja sama seluruh rekan rekan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan DPRD Kabupaten Bulukumba untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik.

“Saya berkomitmen untuk meningkatkan capaian ini, kalau ini bisa dipertahankan, maka kita akan mendapat penghargaan Parasamya” ujarnya sesuai penerima penghargaan tersebut.

Wiranto menyampaikan salam dari Presiden Jokowi kepada para tamu undangan Hari Otda. “Beliau tugasi saya bertemu saudara-saudara. Salam dari Presiden Jokowi buat saudara-saudara sekalian,” kata Wiranto dalam sambutannya.

Wiranto menyatakan, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang sejahtera. Dia juga mengingatkan pemerintah provinsi mempunyai peran penting mengkoordinasikam pembangunan daerah. “Meneruskan pesan Presiden, gubernur diminta melakukan koordinasi efektif dengan bupati dan walikota di daerah masing-masing. Sinergi antara pusat dan daerah juga penting. Sinergi pemprov dan pemerintah kabupaten dan kota juga begitu,” ujarnya.

Sementara dalam laporannya, Direktur Jenderal Otda Kemendagri, Soni Sumarsono menjelaskan, pihaknya menekankan empat makna pokok tema Hari Otda. Pertama, pelaksanaan otda harus mampu meningkatkan pelayanan publik sesuai kepentingan masyarakat. Kedua, peningkatan pelayanan publik harus berbasis teknologi informasi, dan komunikasi atau e-government.

Ketiga, ketepatan penyediaan pelayanan publik berbasis e-government membutuhkan kemampuan dan integritas yang tinggi dari setiap aparatur pemerintah daerah. Keempat, peningkatan kinerja pelayanan publik berbasis e- government bakal dapat mewujudkan tata kelola pemda yang baik dan aparatur pemda yang bersih.

Menurut Kasubag Pemerintahan Umum Ahmad Rais, dalam mencapai kinerja tertinggi itu, penilaiannya melalui proses yang ketat. Dikatakannya ada 845 indikator yang harus diukur dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan atau program kegiatan. Indikator penilaian tersebut diantaranya layanan dasar pendidikan dan kesehatan, efektifitas hubungan dengan DPRD, perencanaan daerah, pengelolaan keuangan dan seterusnya.

“WTP itu hanya salah satu indikator dari penilaian ini, proses penilaiannya juga dimulai dari provinsi kemudian oleh tim nasional” kata Ahmad Rais

Selain pemberian penghargaan kepada Pemkab dan Pemkot, peringatan Hari Otda juga dirangkaikan dengan pameran produk-produk unggulan UMKM daerah. Adapun tema Hari Otda ke XXI 2017, Dengan Semangat Otonomi Daerah Kita Tingkatkan Kinerja Pelayanan Publik Melalui e-goverment. (**)