Aniaya dan Tuduh Tiga Remaja Sebagai Begal, Security The Maple Kini Diperiksa

21 April 2017 4:25
Tiga remaja babak belur saat dituduh membegal.(Foto: Ist)

MAKASSAR, INIKATA.com– Penyidik Satuan Reskrim Polrestabes Makassar akhirnya telah memeriksa sejumlah Security Perumahan The Maple, Jalan Metro Tanjung, Makassar, Sulawesi Selatan.

Hal itu dilakukan setelah ketiga remaja tersebut melaporkan peristiwa penganiayaan dan pengeroyokan atas tuduhan telah melakukan pembegalan tehadap mobil sedan Honda City bernomor polisi DD 15 KO milik kerabat mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, pada Minggu (16/4/2017) lalu.

Diketahui, dua oknum security yang statusnya sebagai terlapor dalam kasus penganiayaan tiga pemuda yang dituduh pelaku begal tersebut telah dimintai keterangannya.

Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar, Kompol Tri Hambodo, mengatakan, pihaknya dalam hal itu telah melakukan pemeriksaan dua Security terkait pelaporan korban tiga remaja.

“Sudah ada dua terlapor dimintai keterangan terkait dugaan penganiayaan. Dimana kejadiannya di Perumahan The Maple,” kata Kompol Tri Hambodo, Jumat (21/4/2017).Bukan Begal

Dalam kasus dugaan penganiayaan, kata Mantan Kapolsek Panakukang ini, pemeriksaan itu juga baru dari saksi korban. Untuk terlapor sendiri, bebernya, itu masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.”Statusnya masih terlapor,” ujarnya lagi.

Sebelumnya diberitakan, tiga remaja kini menjadi korban penganiayaan di Perumahan The Maple, Jalan Metro Tanjung Bunga, pada Minggu 16 April lalu, menempuh jalur hukum.

Salah seorang korbannya, IA, (17),  melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya itu yang diduga dilakukan sejumlah security  di perumahan tersebut di Polrestabes Makassar, Selasa (18/4/2017).

Bahkan dari kisahnya, korban masih mengenali wajah dari security perumahan yang pertama kali melakukan pemukulan terhadap dirinya.

“Ada security yang pertama kali memukul saya dari belakang. Sehingga yang lainnya ikut juga memukul. Tapi saya masih ingat wajahnya,” bebernya ditemui di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Makassar beberapa hari lalu.IMG_20170417_175828

Upaya hukum untuk mencari keadilan dilakukan keluarga korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum anggota TNI dan security. Bahkan, identitas oknum anggota TNI yang diduga melakukan penganiayaan terhadap ketiga pemuda itu, mulai terungkap.

Itu setelah, orang tua salah seorang korban, Andi Mangkona, melaporkan seorang oknum personel TNI AL yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anaknya tersebut ke POMAL.

“Inisialnya RD. Itu berdasarkan sangkur yang dikenakan terekam dalam vidio,” ujar Andi Mangkona.(**)