Rektor UMI Keluarkan Larangan Peringati AMARAH

19 April 2017 16:07
Ilustrasi (foto/int)

MAKASSAR, INIKATA.com – Setiap tanggal 24 April mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar memperingati hari April Makassar Berdarah atau biasa dikenal dengan AMARAH.

Namun, pada tahun ini momentum tersebut malah berbeda, pihak Rektorat UMI Makassar mengeluarkan surat larangan memperingati AMARAH dengan cara berkompoi maupun melakukan aksi unras.

Surat itu tertuang melalui nomor 0796/F.01/UMI/IV/2017 tanggal 06 April 2017 dengan isi tiga poin.

1. Diharapkan kepada pimpinan Fakultas agar mengawasi dan menyampaikan kepada Mahasiswa bahwa kegiatan AMARAH ditiadakan.

2. Bagi mahasiswa dan pengurus lembaga yang melakukan pelanggaran dan tidak mengindahkan edaran ini, akan diberi tindakan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku dalam lingkup Yayasan Wakaf UMI (skorsing minimal 1 Minggu).

3. Sebagai warga kampus islami, marilah kita saling menghargai dan menghormati sebagai salah satu cirri dan cerminan orang-orang yang ber-Akhlaqul Karimah dan menjauhkan diri dari perbuatan yang tercelah dan perbuatan yang diharamkan oleh agama.

Sementara pihak Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof Ahcmad Gani mengatakan, memperingati hari April Makassar Berdarah (AMARAH) bisa dilakukan dengan cara berdoa maupun berdzikir.

Menurutnya, larangan memperingati hari AMARAH bukan pada tahun ini saja, akan tetapi larangan itu sudah ada sejak tahun-tahun sebelumnya.

“Kita sudah mengeluarkan larangan sudah lama. Kami memintah kepada mahasiswa agar tidak melakukan kompoi atau unjuk rasa dalam memperingati hati AmARAH,” ujar Prof Achmad Gani, Rabu (19/4/2017).(**)